Kamis, 20 Februari 2020 | 03:43:19 WIB

Polri Bantah 8 Warga Sipil Tewas dalam Kerusuhan Deiyai

Senin, 2 September 2019 | 22:12 WIB
Polri Bantah 8 Warga Sipil Tewas dalam Kerusuhan Deiyai

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah delapan warga sipil tewas dalam kerusuhan di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, pada Rabu pekan lalu.
 
"Sudah saya konfirmasi langsung ke Polda Papua bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Dedi sesusai menemui Kepala Staf Presiden Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 September 2019.
 
Dedi mengungkapkan, dalam kerusuhan di Deiyai, dua warga sipil terkonfirmasi tewas. Sementara, di pihak TNI satu anggota gugur, serta tiga anggota Polri dan dua anggota TNI mengalami luka-luka.

"Itu masih kita update semuanya," imbuh dia.
 
Namun begitu, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas mengatakan, empat warga meninggal pascademo di Jayapura. Sejumlah orang mengalami luka-luka.
 
"Kami berharap tidak ada lagi aksi balas dendam antarwarga hingga menimbulkan kasus baru," kata Urbinas di Jayapura, Senin, 2 September 2019.
 
Situasi Kota Jayapura dan sekitarnya sempat memanas. Aktivitas masyarakat lumpuh total. Sejumlah pertokoan dan perkantoran ditutup, termasuk Mal Jayapura yang menjadi pusat perbelanjaan terbesar.
 
Aksi susulan menolak rasialisme di kawasan Expo, Wamena, Jayapura, berakhir ricuh. Pengunjuk rasa membakar beberapa gedung, pertokoan, dan bangunan.
 
PT PLN Unit Wilayah Papua dan Papua Barat juga sempat memadamkan listrik di Jayapura. Ada beberapa kabel yang ikut terpanggang saat bangunan dibakar pengunjuk rasa.
 
Kondisi Jayapura, Papua dan Papua Barat kini berangsur pulih. Masyarakat juga mulai beraktivitas seperti biasa.

 

MEDCOM

Berita Terkait