Jumat, 13 Desember 2019 | 17:30:12 WIB

Aulia Kesuma Peragakan Cara Membunuh Suami dan Anaknya

Jum'at, 6 September 2019 | 08:34 WIB
Aulia Kesuma Peragakan Cara Membunuh Suami dan Anaknya

Aulia Kesuma, pembunuh suaminya, Edi Chandra Purnama, 54, dan anak tirinya, M Adi Pradana, 23, di Sukabumi, Jawa Barat. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Polisi gelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Aulia Kesuma (AK) terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama, 54, dan anak tirinya, M Adi Pradana, 23, di Sukabumi, Jawa Barat. Ada 58 adegan yang diperagakan Aulia.
 
"Tentunya penyidik sudah merencanakan ada 58 adegan. Tadi diawali di Kalibata, di sana ada 26 adegan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis, 5 September 2019.
 
16 adegan diperagakan Aulia bersama dengan dua pembunuh bayaran Agus Kusmawanto dan Muhammad Nur Sahid di Apartemen Kalibata City. Sedangkan22 adegan lainnya diperagakan di rumah Aulia, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Saat reka adegan, peran anak Aulia, Geovanni Kelvin digantikan polisi. Kelvinmasih dirawat di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Pantauan media ini, di Apartemen Kalibata City ada lima titik lokasi yang dijadikan tempat rekonstruksi. Pertama, di Apotek Century. Di toko obat ini, Aulia membeli obat tidur merek Valdres 30 butir, sarung tangan, dan alkohol merek Cito.
 
Kedua, di Alfa Expres. Di sini Aulia membeli handuk warna kuning. Setelah itu, Aulia ke parkiran tower mawar, lobi tower mawar, dan unit apartemen lantai 20 milik Kelvin.
 
Sebelum menuju ke kediamannya di Lebak Bulus, Aulia terlebih dahulu menyiapkan jus dan minuman keras yang dicampur dengan obat tidur. Jus dan minuman keras tersebut diberikan kepada Edi dan Dana. Sementara handuk kuning digunakan untuk membekap.
 
Setelah itu, Aulia, Kelvin (peran pengganti) dan dua pembunuh bayaran menuju ke food court di depan Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata. Kemudian, menuju toko kelontong di Kalibata untuk membeli obat nyamuk merek kingkong.
 
Selanjutnya, para tersangka menuju ke penginapan Oyo di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Terakhir ke kediamannya di Jalan Lebak I Kavling 129 B, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
 
Di rumahnya, Aulia memberikan jus yang sudah ditaburi obat tidur kepada Edi. Setelah Edi terlelap, Aulia membekap Edi menggunakan handuk.
 
Sementara Dana, diberikan minuman keras oleh Kelvin. Setelah mabuk, dibekap oleh Kelvin hingga tewas. Ada sekitar 22 adegan diperagakan di rumahnya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
 
Argo mengatakan, 58 adegan itu merupakan keseluruhan aksi pembunuhan hingga pembakaran jenazah di Sukabumi, Jawa Barat. Namun, Polda Metro Jaya tak melakukan reka adegan di Sukabumi.
 
"Paling utama kegiatan yang dilakukan di Kalibata dan di sini (Lebak Bulus), nanti untuk rekonstruksi berkaitan dengan mobil terbakar akan dilakukan di Polda Metro Jaya," pungkas Argo.
 
Kronologi
 
Kasus ini bermula saat Edi dan anaknya, Dana, ditemukan tak bernyawa dalam sebuah minibus yang terbakar di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 25 Agustus 2019. Hasil penyelidikan, insiden tersebut diketahui rangkaian kasus pembunuhan. Aulia diketahui sebagai otak pembunuhan.
 
Istri muda Edi itu menyewa empat pembunuh bayaran yang berasal dari Lampung untuk menghabisi suami dan anak tirinya. Aulia menjanjikan pelaku duit Rp400 juta bila misinya berhasil.
 
Para pembunuh bayaran itu membunuh kedua korban di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla.
 
Para pembunuh bayaran itu lalu pulang ke Lampung setelah diberikan uang Rp10 juta. Kemudian, Aulia dan Kelvin membawa kedua jasad menggunakan Toyota Cayla warna hitam.
 
Aulia membawa Toyota Cayla sendirian, sementara Kelvin juga mengemudi Toyota Cayla membawa dua jasad tersebut. Setiba di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kelvin membeli delapan botol Pertalite.
 
Kemudian, untuk menghilangkan barang bukti Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Kelvin terbakar saat menyulut api. Karena panik Kelvin lupa mendorong mobil ke dalam jurang.
 
Aulia dan Kelvin langsung kabur ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Masyarakat melaporkan mobil yang terbakar itu kepada polisi. Polisi menangkap Aulia di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019, sekitar pukul 11.00 WIB.

MEDCOM

Berita Terkait