Kamis, 25 Februari 2021 | 14:02:13 WIB

Ajang Pencarian Bakat Jangan Gunakan Embel-embel Produk Rokok

Senin, 9 September 2019 | 12:42 WIB
Ajang Pencarian Bakat Jangan Gunakan Embel-embel Produk Rokok

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Arist Merdeka Sirait mengatakan penggunaan brand image produk rokok dalam audisi pencarian minat bakat olahraga masuk dalam kategori iklan terselubung.
 
Arist menilai penggunaan brand tersebut merupakan cara jitu bagi industri rokok memperkenalkan produknya kepada anak. Padahal rokok memiliki zat adaptif dan berbahaya apabila dikonsumsi terutama untuk usia anak.
 
"Dalam perspektif perlindungan anak dari bahaya zat adiktif termasuk bahaya rokok dan demi kepentingan terbaik anak atas haknya terhadap kesehatan dasar, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlidungan anak menolak secara tegas segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok dikalangan anak-anak melalui pencarian minat dan bakat anak atas olahraga bulutangkis," kata Arist di Jakarta, Minggu, 8 September 2019.

Ia menjelaskan korban eksploitasi industri rokok secara subsitusi selalu menempatkan bahwa remaja adalah target pasar. Hal itu untuk menggantikan perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok.
 
"Di samping itu, industri rokok selalu menargetkan bahwa remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok, sebab mayoritas perokok memulai dan mengenal rokok ketika remaja," ujar Arist.
 
Dengan larangan ini, bukan berarti meniadakan atau menghilangkan kesempatan bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat minat di bidang olahraga bulutangkis. Larangan ini semata agar anak-anak terbebas dari eksploitasi industri rokok serta korban dari iklan rokok terselubung.
 
Oleh karena itu, Arist mengatakan PB Djarum wajib meminta anak menggunakan kaos dan atau jersey dari masing-masing club yang diwakilinya. PB Djarum melakukan audisi di masing-masing club.
 
"Ini adalah cara bijak dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya di bidang olahraga bulutangkis dan terbebas dari iklan rokok terselubung," pungkas dia.

MEDCOM

Berita Terkait