Rabu, 20 Januari 2021 | 22:36:12 WIB

Warga Minta LPJ Dibeberkan, Mantan Kades Marah-marah

Rabu, 18 September 2019 | 20:53 WIB
Warga Minta LPJ Dibeberkan, Mantan Kades Marah-marah

Sang mantan kades Saramake Amanan A Gani sedang duduk menyimak pertanyaan warga soal dana desa. (Foto: Aldy/Lindo)

WASILE, LINDO - Rapat pertanggungjawaban mantan Kades Saramake, pada Senin (17/9/2019) pagi, sempat alot dan hujan instrupsi dari berbagai warga.

Rapat dipimpin oleh Pejabat sementara (Pjs) Malik Adul Rajab dan dihadiri oleh dua anggota kepolisian dari Sektor Wasile Selatan, dan sejumlah warga Saramake.

Dalam rapat itu, sejumlah warga di desa itu meminta pertanggungjawaban soal penggunaan anggaran desa pada tahun 2016 hingga tahun 2018 soal rumah layak huni, yang menggunakan Dana Desa (DD) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Kericuhan berlangsung sejak rapat dibuka oleh
Pjs Kades. Berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi diarahkan pada mantan Kades, dengan persoalan rumah layak huni milik warga yang sember bantuannya berasal dari DD.

Informasi dari warga, penggunaan dana desa untuk pembangunan 10 unit rumah layak huni yang hingga kini tidak terselesaikan, bahkan rumah layak huni yang di bangun sejak tahun 2016 menggunakan dana desa tidak kunjung diselesaikan alias terbengkalai.

Oleh sebab itu, dalam rapat tersebut warga ingin agar mantan kades harus mempertanggungjawab kinerjanya selama menjabat. Dalam rapat itu warga juga ingin agar sang mantan kades benar-benar bertanggungjawab soal bangunan rumah siap huni yang hingga kini terbengkalai, termasuk sebagaian matrial milik warga yang sudah ditampung di lokasi pembangunan belum juga dibayar oleh mantan kades.

Warga ingin agar mantan kadesnya itu benar-benar bertangungjawab soal DD yang sudah dipergunakan. Karena, menurut warga DD pada tahun 2016, 2017 dan 2018 adalah hak mereka juga, oleh sebab itu mereka menginginkan agar sang mantan kades memberikan laporan kinerjanya selama tiga tahun ini.

Tidak hanya itu, DD yang diplot pemuda desa tersebut untuk digunakan dalam pembangunan tribun lapangan sepak bola pada anggaran tahun 2018 juga ikut terbelengkalai. Belum juga pembangunan pagar dan pembuatan jalan setapak yang ada di desa itu juga tidak dikerjakan. Warga menuduh semua proyek yang berjalan di dalam desanya itu, tidak diselesaikan pekerjaannya, alis fiktif.

Mendapat serangan bertubi-tubi dari warganya, sang mantan kades Amanan A. Gani tidak tinggal diam. Dia bahkan menantang warganya soal laporan pertanggung jawaban (LPJ) nya itu. Dalam bantahannya, Amanan tidak mau memenuhi permintaan soal LPJ itu. Dia mengatakan bahwa LPJ nya itu tidak bisa warga mengetahui, karena menurutnya LPJ itu hanya bisa diberikan kepada bupati sebagai kepala pemerintah daerah, sesuai Peraturan Mendagri nomor 22 tahun 2018 yang hanya bisa disampaikan ke bupati atau pemda Kabupaten Halmahera Timur, seperti yang dituangkan dalam pasal 70 di permendagri tersebut.

Dia ngotot tidak akan mau memberikan LPJ-nya pada warganya, termasuk papan informasi yang seharusnya dipajang dihadapan publik juga ia berdalih tidak punya wewenangnya mengatur soal papan informasi itu.

Bahkan dalam kesempatan itu, mantan kades mempersilahkan warga menanyakan pada stafnya karena ia sudah serahkan sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawabnya itu pada bawahannya.

Suasana diluar makin memanas karena waktu sudah menunjukan pukul 12.30 Wib. Sementara rapat LPJ itu tambah memanas ketika warga tidak terima dengan pandangan singkat dari kadesnya. Suasana makin panas ketika rapat tidak ada notulen atau daftar hadir, termasuk hasil keputusan rapat, sehingga moderator ingin agar pertemuan itu diskor hingga usai shalat dzuhur.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Ikbal usai rapat mengaku tidak puas atas jawaban lisan dari mantan kadesnya. Dia ingin sang kades benar-benar terbuka agar warganya bisa mengetahui program itu, supaya mereka juga puas atas LPJnya.

Sedangkan Pjs Kades Saramake Malik Abdul Rajab yang ikut hadir dalam rapat itu, menginginkan agar ada serah terima antara dia dan mantan kadesnya soal aset-aset desa yang selama ini ada dirumahnya.

Dia tidak mau jika dalam sertijab itu tidak dituangkan dalam berita acara soal LPJ dan aset milik desa Saramake.

Dalam penjelasannya, Malik ingin mengetahui secara rinci soal aset-aset desa yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

Usai brik acara, para warga tidak merasa puas dengan argumen yang disampaikan oleh sang mantan kadesnya. Sejumlah warga yang ditemui tidak mau memberikan keterangan pada wartawan, namun dalam rauh wajah mereka nampak jelas ada rasa kekecewaan dalam rapat itu.

Sementara para pemuda di desa itu, ketika didesak soal bantuan anggaran yang diperuntukan untuk bangunan tribun dilapangan sepak bola di desa Saramake yang dibangun pada tahun 2018

Dalama kesempatan itu para pemuda yang ada di desa itu meinta aparat kepolisian setempat agar memeriksa kasus dugaaan penyalahgunaan dana desa yang selama ini dikelola oleh Amanan A Gani saat menjabat di Saramake.

"Kalau bisa langsung diperiksa saja agar kami tahu semua keraguan masyarakat selama ini. Jangan main-main dengan dana desa, anda bisa dipenjarakan. Sudah banyak yang terbukti dan tidur dipenjara," papar salah satu pemuda yang namanya tidak dipublikasi oleh media in.

ALDY ABAS

Berita Terkait