Selasa, 10 Desember 2019 | 12:06:52 WIB

OPM Diduga Telah Lakukan Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 1 Oktober 2019 | 15:48 WIB
OPM Diduga Telah Lakukan Pelanggaran HAM Berat

(FOTO : JURNALPATROLINEWS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dalam beberapa bulan ini banyak peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan separatis Kelompok Kriminal Bersenjata KKB di Papua. Jejak Separatis KKB melakukan pelanggaran HAM selama ini terbukti dan tidak bisa terbantahkan lagi oleh Benny Wenda, separatis KKB dan para aktivis HAM yang selalu menyudutkan pelanggaran HAM dilakukan oleh aparat keamanan TNI/Polri.

KKB melakukan semua upaya-upaya memutarbalikkan fakta, menciptakan opini publik sesat, hoax di media sosial seolah-olah TNI/Polri melakukan pelanggaran HAM yang terjadi, padahal semua peristiwa pelanggaran HAM dilakukan oleh KKB.

Ini terbukti dengan jejak pelanggaran HAM selama ini yang dilakukan Separatis KKB di Papua :

Fakta terbaru KKB di Papua yang kembali beraksi sporadis di Ilaga ibu kota Kabupaten Puncak, Sabtu (28/9) sekitar pukul 12.30 WIT. Seorang warga tewas ditembak, peristiwa penembakan itu terjadi di Kios Ojong yang tepat berada di ujung Bandara Ilaga, Warga bernama Syahrudin ditembak hingga tewas di tempat. Apakah fakta ini bukan pelanggaran HAM ?

Terbukti kembali peristiwa separatis KKB secara sporadis melakukan pembantaian dua tukang ojek ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak. Kamis (26/9) pukul 12.53 WIT. Kedua tukang ojek yang tewas itu ialah La Ode Alwi (34) dan Sattiar B alias Midun ( 25). Kedua tukang ojek itu meninggal akibat ditembak KKB pada Kamis (26/9) pukul 12.53 WIT. Keduanya ditembak saat melintas di jembatan gantung Kampung Amungi. Tanpa rasa kemanusian separatis KKB pimpinan Benny Murib menyatakan bertanggung jawab atas kejadian penembakan terhadap dua tukang ojek dalam pernyataan resmi nya. Apakah fakta ini bukan pelanggaran HAM?

Separatis KKB menjadikan balita, anak-anak, remaja dan ibu-ibu tameng hidup tak berdosa di Kp. Olenki Ilaga Kab. Puncak pada hari Selasa (17/9) pukul 17.35 WIT dengan korban jiwa masyarakat sipil atas nama Tekiman Wonda (L/33 thn), Edison Mom (L/remaja), Rudi Mom (L/3th). Sedangkan korban luka tembak diantaranya, Topina Mom ( P/36 thn), Ny Tabuni (P/37 thn), Ny Herina Kinal (P/32 thn), Yefrina Mom (P/16thn). Separatis KKB kembali menyatakan bertanggung jawab dalam rilis nya. Apakah fakta ini bukan pelangaran HAM?

Melakukan pembantaian secara sadis terhadap 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Ke 31 orang pekerja jembatan ini merupakan buruh bangunan dari PT Istaka Karya dilaporkan tewas. Di distrik Sinak sudah kedua kalinya menjadi sasaran penembakan oleh separatis KKB, yang sebelumnya terjadi di Polsek Sinak akhir tahun 2015 lalu dengan tewasnya 3 anggota polisi. Kelompok separatis bersenjata (KKB) menyerang dan melakukan pembakaran alat berat (1 unit Excavator dan 1 unit Bulldozer) milik PT Modern.

Penembakan di Bandara Kenyam Pada 25 Juni 2018, Separatis KKB menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan Pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut.

KKB melakukan Pemerkosaan dan penganiyaan guru dan tenaga medis di Mapendum, Kabupaten Nduga pada Oktober 2018, Kelompok KKB pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga pada tahun 2018.

Fakta peristiwa diatas merupakan tindakan KKB diduga melakukan pelanggaran HAM berat, hak hidup masyarakat sipil sudah dirampas dengan cara yang kejam dan tidak manusiawi, yaitu ditembak secara sporadis. Masyarakat secara psikologis mengalami trauma, kecemasan dan ketakutan atas berbagai peristiwa yang kekerasan yang dilakukan KKB di Papua.

Sangat bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan Benny Wenda, para aktivis HAM dan petinggi KKB bahwa banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dilakukan TNI/Polri, padahal separatis KKB sendiri yang selalu melakukan tindakan pelanggaran HAM.

Sederet peristiwa secara fakta sudah terbukti. Siapa yang melakukan pelanggaran HAM selama ini di Papua ?. Apakah kita semua diam atas pelanggran HAM yang dilakukan KKB ini ?. Apakah kita akan menutup mata dengan korban pembunuhan yang tidak manusiawi dilakukan KKB ?

Ini sebuah momen tepat saatnya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan warga seluruh Indonesia bersatu segera mendorong aparat keamanan TNI/Polri untuk memberikan sanksi tegas tehadap Separatis KKB pelaku pelanggar HAM, agar korban jiwa tidak terus bertambah.

Demi menyelamatkan anak bangsa yang berada di Papua menuju perubahan ke arah Papua Damai dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. (Red)

 

Berita Terkait