Selasa, 10 Desember 2019 | 04:04:36 WIB

PBTI Sukses Gelar Diklat Wasit, Penyegaran Penguji dan UKT High DAN

Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:47 WIB
PBTI Sukses Gelar Diklat Wasit, Penyegaran Penguji dan UKT High DAN

(FOTO : PBTI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) selesai menyelenggarakan   Pendidikan dan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN), Penyegaran Penguji dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) High DAN 2019 yang berlangsung di Wiladatika Cibubur dan gedung POPKI, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dimulai pada 19 September dan berakhir 6 Oktober 2019 ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 21 propinsi dengan total peserta 524 orang.

Peserta dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 156 peserta terdiri dari 96 orang peserta mengikuti diklat dan 73 peserta mengikuti PWN. Untuk program kedua, yakni Penyegaran dan Penguji Nasional, diikuti 202 peserta.

Adapun untuk program ketiga, UKT High DAN diikuti sebanyak 190 peserta, terdiri dari ujian dari DAN 6 ke DAN 7 sebanyak 15 peserta, ujian dari dan 5 ke DAN 6 sebanyak 26 peserta, dan ujian dari DAN 4 ke DAN 5 sebanyak 36 peserta.

Diklat, penyegaran dan UKT High DAN ditutup secara resmi oleh Ketua Harian PBTI, Ir. Anthony Musa Siregar, SH, MH, MKn. Dalam arahannya Ketua Harian PBT, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Diklat, penyegaran dan UKT High DAN ini yang berjalan dengan sukses dan lancar. Ada 3 acara dalam satu waktu.

Bahkan program ini juga diselingi dengan pelaksanaan Pra PON XX yang baru saja berlangsung di Kabupaten Tangerang, Banten. Praktis peserta sangat terkuras energinya. Sebab sebagian besar dari peserta adalah mereka yang bertugas sebagai wasit, terlibat baik sebagai pelatih, maupun pengurus dari masing-masing daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas konsistensi dan keseriusan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diklat dan Ujian Kenaikan Tingkat ini. Kami melihat panitia, instruktur dan peserta yang  sebagian besar juga adalah sebagai wasit, pengurus dan pelatih di daerah begitu antusias penuh semangat, respect dalam proses transformasi keilmuan serta menjunjung tinggi segala aturan main termasuk materi yang diberikan,” ujar Anthony.

Hal tersebut menurut Anthony menunjukkan, komitmen, sinergi dan integrasi pemikiran antar praktisi taekwondo Indonesia dibawah naungan PBTI untuk memajukan taekwondo Indonesia telah berjalan dengan sangat baik. Walaupun dalam pelaksanaannya, tentu masih terdapat berbagai kekurangan.

Oleh karenanya, selaku Ketua Harian PBTI, ia meminta panitia dan terutama bidang Diklatbang untuk segera melakukan evaluasi terkait seluruh pelaksanaan kegiatan ini.Seperti diketahui, sebelumnya untuk UKT High DAN, diatas DAN 6, ujian wajib dilaksanakan di markas Kukkiwon di Korea. Namun atas upaya loby dan negosiasi Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, Kukkiwon bersedia menerapkan sistem ujian High DAN tersebut di Indonesia, dengan catatan penguji yang sesuai kriteria sudah dimiliki oleh PBTI. Langkah Ketua Umum PBTI yang sangat progresif ini sangat disambut positif dan mendapat apresiasi dan rasa syukur dari seluruh praktisi taekwondo Indonesia di seluruh daerah.

Karena dengan kebijakan Kukkiwon ini, banyak para praktisi taekwondo Indonesia kembali untuk semangat meningkatkan kapasitas  DAN – nya, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun Indonesia terbilang sangat sedikit mengikutsertakan perwakilannya untuk Ujian High DAN di Kukkiwon, Korea karena alasan biaya yang sangat mahal.

 

Taekwondo Indonesia Berkabung

Dalam kesempatan inipula Ketua Harian, atas nama Ketua Umum PBTI dan seluruh jajaran pengurus juga mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalkan salah satu peserta UKT High DAN, yang bernama Master Bunawan Sofwan.

Beliau pergi menghadap yang Maha Kuasa tepat diacara berlangsungnya ujian, Beliau sempurna melakukan seluruh gerakan demonstrasi jurus. Sekitar 10 menit setelah beliau istirahat, Almarhum mengalami sesak nafas dan menghembuskan nafasnya yang terakhir disaksikan seluruh peserta yang mengikuti ujian saat itu.

Sedikit diinformasikan bahwa dalam kegiatan Diklat dan Ujian Penguji Nasional ini peserta ujian atas nama Master Sukanda, Master Simon, Master Willem dan almarhum sendiri Master Bunawan Sofwan memang sejak awal mendapat dispensasi khusus untuk tidak dilakukan demo uji kompetensi jurus dengan pertimbangan fisik dan usia Namun khusus Master Bunawan (alm) beliau bersikeras tetap ingin mengikuti proses tersebut karena menurut almarhum (seperti yg disampaikan oleh Kabid Diklatbang Master Indra) dirinya melihat banyak peserta penguji yang jauh lebih muda usianya, tapi tidak sesuai dengan ekspektasi gerakannya.

Oleh karenannya, Almarhum meminta kepada panitia untuk dirinya diikusertakan dalam demo jurus tersebut untuk tujuan lebih memotivasi para penguji yang masih muda-muda untuk lebih meningkatkan kemampuan jurusnya, walaupun panitia sudah melarang dengan keras, namun semangat pengabdian Almarhum yang juga lebih keras tak mampu membendung keinginannya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada peserta yang masih muda-muda. Beliau dimakamkan di Bandung.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengajak seluruh praktisi taekwondo Indonesia bedoa yang terbaik untuk Almarhum, sebagai sosok yang begitu banyak memberikan kontribusi, bukan saja untuk Taekwondo Jawa Barat, tapi untuk Taekwondo Indonesia.

“Kita semua kehilangan, namun jejak kepahlawanan beliau sebagai seorang praktisi taekwondo yang meninggalkan keteladanan tentang dedikasi, loyalitas pengabdian dan semangatnya belajar dan berbagi ilmu untuk memajukan Taekwondo Indoneaia, harus terus menjadi pelajaran dan api semangat untuk kita menuju cita-cita perjuangan beliau dan kita semua,” ujar Thamrin. (ARMAN R)

Berita Terkait