Jumat, 13 Desember 2019 | 16:52:12 WIB

Polisi Tahan Enam Orang Terduga Pengacau Pelantikan

Selasa, 22 Oktober 2019 | 09:18 WIB
Polisi Tahan Enam Orang Terduga Pengacau Pelantikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Polda Metro Jaya menangkap enam orang yang diduga bakal menggagalkan pelantikan presiden-wakil presiden, Minggu, 20 Oktober 2019. Keenamnya berkomunikasi lewat grup WhatsApp.
 
Keenamnya yakni SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Mereka menyusun rencana menggagalkan pelantikan menggunakan peledak.
 
"Tersangka SH berperan membuat grup itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Oktober 2019.

Argo menyebut mereka membuat peledak yang dililitkan menggunakan karet ban bekas sampai membentuk sebuah bola. Bola itu nantinya dilempar menggunakan ketapel.
 
"Akan digunakan untuk menyerang aparat," ucap Argo.
 
Argo mengatakan SH berperan menggalang dana membuat amunisi. Dana yang dikumpulkan SH berasal dari E.
 
"Dia (E) juga menyediakan tempat pembuatan peluru ketapel," kata Argo.
 
Dana membuat peledak itu juga didapat dari FAB senilai Rp1,6 juta. FAB juga membantu membuat ketapel di rumahnya, di Jatinegara, Jakarta Timur.
 
Pembuatan ketapel juga dilakukan RH. Dia membuat ketapel dari kayu dan dijual kepada SH dengan harga Rp8 ribu.
 
"Dia sudah menjual 22 ketapel, total yang diterima Rp176 ribu," terang Argo.
 
Ketapel yang digunakan juga ada yang terbuat dari besi. PSM membeli ketapel besi secara daring dengan amunisi plastik yang diisi bahan peledak.
 
Dana juga diberikan HRS senilai Rp400 ribu. Uang untuk pendanaan logistik barang.
 
Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 KUHP, pasal 187 RKUHP Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 92 Undang-Undang darurat dengan ancaman lima sampai 20 tahun.

MEDCOM

Berita Terkait