Selasa, 10 Desember 2019 | 11:41:47 WIB

Pejabat Perum Perindo Dikorek Soal Suap Impor Ikan

Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Pejabat Perum Perindo Dikorek Soal Suap Impor Ikan

Lambang KPK. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Divisi Pengelolaan Aset Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Wenny Prihatini. Ia dikorek terkait kasus dugaan suap impor ikan pada 2019.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MMU (Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Penyidik juga memanggil staf administrasi keuangan PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Fauzi dan Manager Operasional CV Dua Putera Rey Andrian. Keduanya bakal dimintai keterangannya untuk perkara dan tersangka yang sama.

Sejumlah pejabat Perum Perindo masuk daftar panggilan penyidik KPK. Mereka ialah Direktur Operasi Perum Perindo Farida Mokodompit yang diperiksa, Rabu, 23 Oktober 2019, dan Direktur Keuangan Perum Perindo Arief Goentoro pada Selasa, 22 Oktober 2019.
 
KPK masih mendalami kasus ini, khususnya peran Perum Perindo dalam memberikan jatah impor. KPK telah menetapkan Mujib Mustofa bersama Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor ikan 2019.
 
Risyanto selaku pucuk pimpinan Perum Perindo diduga kuat menyalahgunakan kewenangan mengajukan kuota impor ikan. Dia diduga membantu PT NAS mendapat proyek impor ikan.
 
Mujib selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Risyanto selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

MEDCOM

Berita Terkait