Jumat, 13 Desember 2019 | 17:47:20 WIB

Mahasiswa Pemasang Kamera di Toilet Kampus Jadi Tersangka

Senin, 11 November 2019 | 09:09 WIB
Mahasiswa Pemasang Kamera di Toilet Kampus Jadi Tersangka

Pemasang kamera di toilet kampus UIN Alauddin saat ditangkap reskrim Polsek Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 10 November 2019. (FOTO: Medcom/Lindo)

MAKASAR, LINDO - Mahasiswa pemasang kamera di toilet kampus, Amrul Amri, 19, ditetapkan sebagai tersangka. Peningkatan status ke penyidikan dilakukan usai Polres Gowa, Sulawesi Selatan, memeriksa Amrul secara intensif.
 
Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, mengatakan, Amrul memasang kamera di toilet kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM). Ia terancam 12 tahun penjara atas dugaan tindak pidana pornografi.
 
"Dia dikenakan pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 huruf d dan atau Pasal 35 Jo Pasal 9 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi," katanya, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 10 November 2019.

Mahasiswa semester lima Fakultas Syariah UINAM itu ditahan di Mapolres Gowa. Aksi Amrul diketahui setelah seorang mahasiswi curiga lantaran melihat ada kedipan cahaya merah di bawah pipa.
 
Posisi kamera itu tepat menghadap ke lokasi buang air. Toilet yang dipasangi kamera paling sering digunakan oleh mahasiswi maupun staf salah satu Fakultas di UINAM.
 
Mahasiswi tersebut kemudian mengambil barang yang dicurigai, dan ternyata adalah kamera dan aktif. Mahasiswi bersama dengan temannya kemudian melihat isi kamera tersebut. Wajah pelaku ikut terekam, sehingga korban melaporkan hal itu ke pihak kampus.
 
Namun, pihak kampus tidak langsung melaporkan temuan itu ke polisi. Pada Kamis, 7 November 2019, UINAM resmi melaporkan kasus itu untuk ditindaklanjuti secara hukum.
 
"Setelah kejadian itu, kembali ditemukan ponsel di plafon toilet lantai 3 oleh seorang mahasiswa saat akan buang air kecil," imbuhnya.
 
Pengakuan pelaku, aksi tersebut dilakukan sejak Mei 2019. Dia memasang dua alat perekam di toilet yang sering digunakan oleh mahasiswi dan staf. Hasil rekaman diambil setiap jam.
 
"Setelah kamera terpasang pelaku meninggalkan TKP lalu kurang lebih satu jam kemudian pelaku mengambil kamera dan memindahkan hasil gambar ke HP lalu melihat hasil rekaman," jelasnya.

MEDCOM

Berita Terkait