Jumat, 13 Desember 2019 | 22:37:30 WIB

Tokoh Masyarakat Bidik Pilkada Semarang dari Jalur Independen

Kamis, 14 November 2019 | 06:56 WIB
Tokoh Masyarakat Bidik Pilkada Semarang dari Jalur Independen

Ilustrasi - Kotak suara pemilukada 2020. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

SEMARANG, LINDO - Sejumlah tokoh masyarakat mulai melirik ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 di Kota Semarang, Jawa Tengah dari jalur perseorangan. Mereka diam-diam mengirim utusan ke Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang guna mencari informasi seputar syarat jumlah minimal dan persebaran dukungan yang harus dipenuhi.
 
"Sudah ada yang tanya-tanya dari masyarakat, ada yang tertarik. Baru satu sampai dua orang yang konsultasi mengenai syarat dan dukungan," kata Ketua Umum KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, usai peluncuran maskot Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 13 November 2019.
 
Namun, Henry enggan membuka identitas beberapa tokoh masyarakat yang telah berkonsultasi tersebut. "Tapi menurut saya belum tahap serius ya. Sudah tanya apa-apa saja yang dibutuhkan, formulir bisa di-download di mana?" ujar Henry.

Menurut Henry pendaftaran bakal calon Wali Kota Semarang dari jalur independen resmi dibuka pada 11 Desember 2019. Meski begitu, KPU akan mengumumkan syarat jumlah minimal dan persebaran dukungan bagi calon perseorangan pada 25 November 2019. "Syarat minimal harus punya 76.445 dukungan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Semarang," ujar Henry menegaskan.
 
Henry berharap Pilkada 2020 di Kota Semarang bakal diramaikan dengan kehadiran calon Wali Kota dari jalur perseorangan. "Kami berharap ada. Kami akan melayani dan memfasilitasi. Tapi, ada atau tidak ada ya kita akan jalankan sesuai tugas saja," jelas Henry.
 
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan pada 2015, angka partisipasi warga ikut pemilihan Wali Kota di bawah 70 persen. Ita, sapaan akrabnya, meminta KPU Kota Semarang bisa menggenjot angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2020.
"Maka kita sudah harus mulai sosialisasi Pilkada 2020. Diharapkan angka partisipasi bisa mencapai 82 persen seperti Pemilihan Presiden lalu," kata Hevearita.
 
Hevearita berujar dukungan warga Kota Semarang terhadap Pilpres 2019 begitu luar biasa. Dia meminta KPU Kota Semarang bisa mengulang tingkat partisipasi warga pada Pilkada 2020. "Sehingga dengan pengalaman Pilpres ini bisa menjadi modal Pemilihan Wali Kota," jelas Hevearita yang berharap Pilkada 2020 di Kota Semarang bisa berjalan sesuai prinsip luber dan jurdil.

MEDCOM

Berita Terkait