Jumat, 13 Desember 2019 | 10:01:27 WIB

Pelajari Pelatihan Vokasi, Kirgizstan Kunjungi 4 Balai Latihan Kerja

Selasa, 19 November 2019 | 18:41 WIB
Pelajari Pelatihan Vokasi, Kirgizstan Kunjungi 4 Balai Latihan Kerja

(FOTO : HUMASKEMNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tertarik mempelajari sistem pendidikan dan pelatihan Vokasi di Indonesia, Kirgizstan mengirimkan 14 delegasinya untuk melihat lebih dekat pelatihan vokasi di empat Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Pada Selasa (19/11), delegasi Kirgizstan mengunjungi BLK Bandung dan BLK Lembang. Selama 21 - 22 November 2019 direncanakan akan mengunjungi BLK Semarang dan BLK Solo

“Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap implementasi Sistem Pelatihan Kerja Nasional, khususnya kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), termasuk pelaksanaan Sertifikasi Uji Kompetensi,” ungkap Sekretaris Direktur Jenderal (Sesdirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Surya Lukita.

Hal tersebut disampaikannya seusai menerima Delegasi Kementerian Pendidikan dan Sains Republik Kirgizstan, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (18/11).

Dalam rangka menekan pentingnya pengembangan dan pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten, Pemerintah Republik Kyrgyzstan telah mengeluarkan kebijakan terkait optimalisasi pendidikan professional serta pengembangan SDM.

“Ini merupakan kunjungan pertama dari Delegasi Kirgizstan, dan tentu kita sangat menyambut baik atas kunjungan ini, karena nantinya kita bisa saling berbagi informasi satu sama lain terkait pengembangan pelatihan vokasi dari kedua negara,” kata Surya.

Saat ini lanjutnya, Kirgizstan dihadapkan pada persoalan mengenai Strategi Pengembangan Pendidikan Nasionalnya, menurutnya sistem TVET (Technical and Vocational Education Training) yang ada di Kirgizstan, masih belum memenuhi persyaratan untuk menghasilkan tenaga kerja profesional dan memiliki kompetensi.

“Maka dari itu, kita paparkan mengenai implementasi konsep TVET yang telah kita jalankan sampai saat ini yang pada akhirnya nanti akan menghasilkan suatu output berupa sertifikasi atau pengakuan kompetensi bagi mereka yang telah kompeten dibidangnya masing-masing,” terang Surya.

Dalam kunjungan ini, Delegasi Kirgizstan akan berada di Indonesia dan melakukan studi banding dari tanggal 17 sampai dengan 23 November 2019, dan dipimpin oleh Deputy Head of the Departement of Education, Culture and Sports dan didampingi oleh 13 (tiga belas) pejabat senior Kirgizstan dari perwakilan pemerintah, sektor swasta, akademisi dan lembaga pelatihan vokasi. (ARMAN R)

Berita Terkait