Selasa, 10 Desember 2019 | 11:22:39 WIB

CEO Indonesia Selenggarakan Acara CEO Talks "Economical and Political Outlook 2020"

Selasa, 26 November 2019 | 22:39 WIB
CEO Indonesia Selenggarakan Acara CEO Talks

Ketum CEO Indonesia Trisya Suherman, SE, Dipl.Cidesco SPA (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko SIP pada acara CEO Talks "Economical and Political Outlook 2020". (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - CEO Indonesia menyelenggarakan acara Dialog CEO Talks "Economical and Political Outlook 2020", di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (26/11). 

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yaitu Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko SIP, Dr. Masyita Crystalin (Kepala EKONOMI DBS Indonesia), Yunarto Wijaya (Direktur Eksekutif Charta Politica, dan Soernadi Pardi (Partner di Kantor Hendra Soemardi).

Dalam Dialog itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan, alasan pemerintah melakukan pinjaman dalam membangun pembangunan fisik di Indonesia. "Ada dua teori dalam meminjam ini, ada satu sisi moral hazard, namun di sisi lain kita harus pinjam. Bagaimana bisa membangun kalau tidak meminjam?," ujar Moeldoko.

Moeldoko mencontohkan, ia sebagai orang tua yang tidak memiliki anggaran untuk menyekolahkan anak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, kata Moeldoko, pasti akan meminjam uang agar anak bisa sekolah. Begitu juga dengan negara. "Kalau kepala negara tak bertanggung jawab, ya sudah lah jalan saja seadanya. Pandangan soal utang ini, tolong luruskan," ujarnya.

Menurut Moeldoko, dalam menghadapi tantangan global, pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga. Namun, Indonesia terkendala dengan pembiayaan. "Karena itu lah negara perlu melakukan pinjaman supaya bisa terus membangun di dalam negeri," katanya.

Moeldoko menjelaskan, salah satu solusi agar pertumbuhan bisa terus berlanjut, yang kerap ditanyakan para investor yang mau datang ke Indonesia, yaitu rantai logistik, stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan.

Untuk membangun rantai logistik yang murah kata Moeldoko, maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membangun sejumlah infrastruktur, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan laut.

Adapun tambahnya, soal stabilitas, keamanan dan politik relatif baik. Stabilitas ekonomi juga bagus dari sisi makro. "Indonesia berani buat proyeksi (pertumbuhan ekonomi) 5,3 persen di tengah dinamika dunia. Gini ratio membaik, pengangguran cukup bagus angkanya berkurang," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) CEO Indonesia Trisya Suherman, SE, Dipl.Cidesco SPA mengatakan, tujuan acara CEO Talk ini untuk memberikan Update informasi terkini tentang ekonomi, bisnis yang dibutuhkan para member (anggota) CEO Indonesia.

"Acara CEO Talk ini, baru pertama kali diadakan dan akan rutin dilakukan, baik di Jakarta maupun di daerah - daerah yang ada cabang CEO Indonesia," ungkap Icha sapaan akrab Trisya Suherman.

Ia berharap, lewat acara ini, baik masukan dan masalah yang dihadapi anggota CEO Indonesia, bisa diperhatikan oleh pemerintah. (ARMAN R)

Berita Terkait