Selasa, 10 Desember 2019 | 11:40:27 WIB

Kades Bobaneigo-Halut Sambut Baik isi Permendagri 60 Tahun 2019

Minggu, 1 Desember 2019 | 15:49 WIB
Kades Bobaneigo-Halut Sambut Baik isi Permendagri 60 Tahun 2019

Lampiran peta wilayah tapal batas kabupaten Halut-Halbar yang beredar di masyarakat 6 desa di Bobaneigo, Halut. (Foto Aldy/Lindo)

HALUT, LINDO - Kepala Desa Bobaneigo Hi Ayub Musa mengatakan ia dan masyarakatnya menyambut baik peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 60 tahun 2019, tentang batas wilayah antara dua kabupaten Halamahera Utara (Halut) dan Halmahera Barat (Halbar).

"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat desa Bobaneigo menyambut baik permendagri nomor 60 tahun 2019 itu. Persoalan tarik menarik soal tapal batas selama ini sudah terjawab dengan adanya titik koordinat disebuah wilayah kami," kata Hi Ayub dalam wawancara ekslusif di kediamannya di Desa Bobaneigo, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (30/11/2019) sore.

Ayub menandaskan dalam isi permendagri tersebut tidak ada kata-kata kalimat soal pembagian wilayah di desa-desa, apalagi soal istilah empat desa ke kabupaten Halbar, dua desa masuk ke kabupaten Halut. Justru dalam permendagri itu hanya menyebutkan lokasi titik koordinat yang dimaksud.

"Tidak ada penyebutan di isi permendagri 60 soal empat desa masuk Halbar, dan dua desa harus bertahan di Halut. Justru yang ada hanyalah titik koordinat yang mengatur batas wilayah Halut-Halbar. Jadi jangan sekali-kali membohongi masyarakat lalu mengklaim desanya masuk ke Halbar, itu namanya pembohongan publik," kata Ayub Musa.

Dalam keterangan itu, kades meminta agar hal ini bisa diselesaikan secepat mungkin dan dalam waktu yang singkat, maka semua perangkat baik pemerintah provinsi dan dua bupati agar segera sosialisasikan pada masyarakat dan segera memasang patok tabal batas di antara Halut-Halbar.

"Saya harap waktu sosialisai soal isi permendagri itu segera dilaksanakan, karena semua itu sudah selesai. Kami hanya menunggu tim dari pemerintah daerah soal pemasangan batas yang ada diwilayah kami," harapnya.

Dalam kesempatan itu, kades meminta pada warganya agar selalu menahan diri, jangan terpencing suasana yang ada. Semua harus ikuti perkembangan soal isi permendagri itu.

"Saya ingatkan anda semua, jangan sekali-kali membuat kegaduhan di desa Bobaneigo, termasuk membuat onar diwilayah enam desa di kabupaten Halut-Halbar. Saya harap warga saya tetap diam dan selalu menciptakan suasana yang damai di Bobaneigo," ujarnya.

Dalam pantauan media ini, sejak isi permendagri tersebut beredar ditangan masyarakat suasana emosi masyarakat enam desa masih terjaga dan aman terkendali. Tidak ada pergerakan apapun dari masyarakat, mereka memilih diam dan melakukan aktifitas apa adanya.

ALDY

Berita Terkait