Rabu, 29 Januari 2020 | 10:27:35 WIB

Sultan Palembang Bantah Pernyataan Wapres dan Menag soal Islam Versi-versi

Sabtu, 7 Desember 2019 | 06:39 WIB
Sultan Palembang Bantah Pernyataan Wapres dan Menag soal Islam Versi-versi

Sultan Palembang Iskandar Mahmud Badaruddin (kiri) bersama Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara di Jakarta. (Foto: Ist/Lindo)

JAKARTA, LINDO - Sultan Palembang, Iskandar Mahmud Badaruddin membantah pernyataan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan Menteri Agama RI, soal Islam versi-versi yang saat ini tersebar di Indonesia.

Acara Ta’aruf Kongres Umat Islam Indonesia VI yang digelar di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta pada Minggu (1/12/2019) malam lalu, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dalam testimoni singkatnya menuduh bahwa seluruh pernyataan Menteri Agama terkait kutipan orang dijadikan sebagai bahan kesimpulan pidato lalu menjadi renungan orang, hal itu sangat tidak baik.

"Saya tidak sependapat kalau riset orang dijadikan dasar pemikiran untuk di debatkan di hadapan publik, apalagi ini soal aqidah. Apa yang disampaikan oleh Menteri Agama, hal itu tidak benar semua," kata Sultan.

Sebelumnya, di hadapan ratusan peserta kongres dan awak media, Menteri Agama RI dalam sambutannya mengutip hasil riset Mark yang menyimpulkan bahwa, Islam dan Jawa merupakan antinomy dan kompatibel. Jika ada pertentangan yang terjadi antar keduanya merupakan sesuatu yang bersifat keterbukaan dan wajar dalam pertentangan sejarah Islam.

“Dengan demikian, Islam Jawa dibaca sebagai sebuah varian dan wajah umat Islam yang berhak hadir sebagaimana juga Islam Persia, Islam India, Islam Melayu dan lainya,” ujar Menag.

Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra) ini menyatakan bahwa dahulu sebelum ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para pimpinan-pimpinan kerajaannya adalah sultan yang agamanya sudah Islam.

“Jadi, kalau bapak Menteri ngomong ada Islam versi ini, versi itu saya tidak sepakat. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, dan Islam adalah satu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan Iskandar juga menanggapi pernyataan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, yang sebelumnya mengatakan Indonesia saat ini tengah terjadi darurat pornografi, mengalami darurat narkoba, korupsi dan lainnya.

Menurut Sultan, situasi tersebut terjadi karena produk hukum di Indonesia merupakan produk kafir buatan kolonial Belanda.

“Produk hukum yang saat ini ada, kenapa Indonesia ini darurat, adalah produk kafir, produk dari pada colonial Belanda yang ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia”.

Di akhir sesi acara, pernyataan tegas Sultan Iskandar terlihat menuai sambutan dukungan yang luar biasa dari beberapa hadirin yang menyambanginya.

Di waktu berbeda Sultan Palembang juga mengajak agar memerangi penyebaran Syiah yang merusak tatanan agama Islam dan memecah belah ajaran Islam.

"Saya mau tahu siapa orangnya yang berani bilang Sultan itu Radikal," tantangnya.

ALDY M

Berita Terkait