Kamis, 24 September 2020 | 11:52:50 WIB

PT NHM Ingkar Janji, Ahli Waris Safi Hi Adam Blokade Pelabuhan Barnabas

Kamis, 12 Desember 2019 | 22:26 WIB
PT NHM Ingkar Janji, Ahli Waris Safi Hi Adam Blokade Pelabuhan Barnabas

Para ahli waris Safi Hi Adam sedang memblokade alses jalan masuk milik PT NHM di pelabuhan Barnabas, desa Balisosang, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halut, Minggu (8/12/2019). (FOTO: MURIDUN/LINDO)

HALUT, LINDO - PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) dituduh telah mengingkari janji mereka soal penyelesaian sengketa tanah yang ada di pelabuhan Barnabas, Desa Balisosang, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara.

Lahan seluas puluhan hektar atas nama pemilik Safi Hi Adam Surabaya, sejak Minggu (11/12/2019) pagi sudah diblokade oleh Ahli Waris, karena lahan mereka tidak bayar oleh PT NHM.

"Kami rasa NHM sudah membohongi soal perjanjin pertemuan lanjutan yang ditandatangani oleh saudara Sandi Lintungan sebagai Manager Operasional NHM beberapa waktu lalu, sehingga hari ini kami harus palang dan blokir akses pintu masuk pelabuhan Barnabas ini," kata Juru Bicara Ahli Waris Safi Hi Adam, Muridun Iskandar Alam via komunikasi whatsahp di pelabuhan Barnabas, Kamis (12/12/2019) sore.

Lebih lanjut, Muridun menegaskan, jika NHM masih membandel tidak mau membayar maka jalan satu-satunya, lokasi pintu masuk yang sering dilalui kendaraan truk milik NHM akan di tutup secara permanen.

"Kami terpaksa harus ambil jalan buntu untuk memblokade akses jalan menggunakan beton cor untuk memastikan bahwa NHM sudah tidak mau membayar lahan kami. Jika NHM sudah tidak mau membuka dialog dengan ahli waris, maka kami juga akan tutup mati lahan yang sudah dirusaki oleh NHM," tandasnya.

Muridun mengakui bahwa aksi ahli waris hari ini adalah harga mati yang sudah diputuskan secara bersama oleh seluruh keluarga dari ahli waris. Dan isinya, bahwa ahli waris sudah siap pasang badan soal tanah mereka yang dirampas oleh NHM, maka ahli waris siap mengembalikan lagi hak mereka yang selama ini dikuasai oleh PT NHM.

"Sejak minggu kamarin, kami sudah mulai pasang tenda disini dan yang kami lakukan hari ini dan seterusnya ialah menuntut hak kami di bayar oleh perusahaan. Intinya kami juga sudah siap segelanya. Baik itu resiko ringan maupun resiko berat," bebernya.

Sementara itu, pihak PT NHM melalui Manager Operasional Sandi Lintungan saat dikonfirmasi melalui nomor teleponnya tidak mau menjawab. Sedangkan pesan via whatshap yang dilayangkan oleh media ini juga tidak direspon oleh pemiliknya.

Namun menurut, Muridun sebelum aksinya dimulai pada Minggu (8/12/2019) malam, pihaknya sudah mengirim pesan pada Sandi, namun jawabannya sangat tidak memuaskan dan sangat mengecewakan pada ahli waris. Berikut percakapan antara Muridun dengan Sandi : Yang terhormat, Pak sandi Lintungan Di
Tempat.

Sehubungan dengan janji bapak,di awal Bulan Desember ini, anda akan menetapkan jadwal pertemuan dengan kami pemilik lahan/lokasi pelabuhan mengingat waktu dan pengalaman kami, yg sering di tunda oleh pihak PT. NHM maka dengan ini kami memberitahukan kepada anda yang mewakili perusahan bahwa dalam waktu singkat ini, belum ada jadwal pertemuan yang anda tentukan maka pihak keluarga akan melakukan pemboikotan lokasi/lahan untuk sementara waktu.
Demikian pemberitahuan ini, kami harap di maklumi.

Homat kami, Muridun Iskandar Alam.

Pagi Pak, Terima kasih atas pengingatnya. Sebagai informasi, saya tidak lagi terlibat dengan semua urusan SP, terhitung hari ini. Jadi sudah tidak bisa komen. Silahkan langsung berhubungan dengan tim SP atau pihak lain yang ditunjuk.

ALDY M

Berita Terkait