Jumat, 07 Agustus 2020 | 10:59:29 WIB

Gubernur Kaltim Ususlkan Lahan Ibu Kota Baru Seluas 400 Ribu Hektare

Jum'at, 13 Desember 2019 | 09:46 WIB
Gubernur Kaltim Ususlkan Lahan Ibu Kota Baru Seluas 400 Ribu Hektare

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam acara Sarasehan di Balikpapan, Rabu (4/12/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

BALIKPAPAN, LINDO - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengusulkan luasan lahan untuk ibu kota baru negara menjadi 400 ribu hektare dari 180 ribu hektare yang direncanakan pemerintah pusat. Tambahan luasan lahan agar bernuansa, hijau, modern, metropolis, dan keberlanjutan dalam kelestarian lingkungan.
 
Tambahan lahan hingga 220 ribu hektare tersebut, menurut isran sangat dimungkinkan karena di kawasan Sepaku dan Samboja luasan lahan adalah tanah negara. Kawasan hutan dan lahan konservasi seperti Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, sebut Gubernur, justru akan lebih terpelihara bila masuk ke dalam kawasan ibu kota negara.
 
"Ibu kotanya sendiri juga akan lebih sehat karena dikelilingi hutan," kata Isran, Kamis, 5 Desember 2019.

Isran menambahkan infrastruktur penunjang sudah siap dan sudah dibangun. Sudah ada bandara dan pelabuhan, kemudian jalan tol sedang dibangun dan segera selesai.
 
Pada kesempatan itu Isran juga mengingatkan agar masyarakat Kaltim membekali diri agar bisa bersaing dengan pendatang yang tertarik dengan ibu kota baru tersebut.
 
“Jangan hanya jadi penonton,” tegas Isran.
 
Menurut Isran, seiring dengan penetapan pemindahan ibu kota baru negara tersebut, gairah perekonomian di Kaltim semakin meningkat. Jika pembangunan infrastruktur ibu kota baru tersebut sudah berjalan, maka akan ada dana masuk sekitar Rp60 triliun per tahun dari APBN saja. Belum lagi investasi-investasi lain.
 
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Kaltim Brigjen Polisi Eddy Sumitro Tambunan mengatakan menyongsong keberadaan ibu kota baru negara Polda Kaltim telah membentuk satuan tugas untuk mencegah terjadinya berbagai tindakan gangguan keamanan seperti konflik sosial hingga pencegahan adanya spekulan tanah.
 
"Kami juga menambah jumlah personel untuk mengantisipasi pertambahan penduduk ketika ibu kota sudah pindah ke Kaltim. Bahkan, untuk Balikpapan sebagai kota penyangga utama sudah ditingkatkan dari Polres menjadi Polresta, jadi yang memimpin bukan lagi AKBP melainkan Kombes Polisi," kata Eddy.
 
Selain Gubernur Isran Noor, narasumber lain diantaranya Direktur Utama LPP RRI M Rohanuddin, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Walikota Balikpapan Rizal Efendi, Kadiskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid, Irdam VI Mulawarman Kolonel CZI I Nyoman Parwata dan Pembina Forum Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo.
 
Sarasehan udara ini juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan mahasiswa.

ALDY/MEDCOM

Berita Terkait