Kamis, 06 Agustus 2020 | 05:12:39 WIB

Danlanud Atang Sendjaja Ikuti Rapat Evaluasi Bencana Kabupaten Bogor

Senin, 13 Januari 2020 | 19:37 WIB
Danlanud Atang Sendjaja Ikuti Rapat Evaluasi Bencana Kabupaten Bogor

(FOTO : PENLANUDATS/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (Ats) Marsma TNI Eding Sungkana, mengikuti rapat evaluasi bencana di wilayah Kabupaten Bogor. Rapat tersebut diadakan di ruang Pendopo Bupati Bogor, Jawa Barat Senin (13/1).

Komandan Lanud (Danlanud) Ats Marsma TNI Eding Sungkana mengatakan, terkait beberapa hal yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.  "Saya sangat setuju dengan Ibu Bupati terkait prioritas droping melalui udara," ujar Marsma TNI Eding Sungkana.

Lanud Ats lanjutnya, bisa mengirimkan logistik dalam satu hari dua sorty. Dengan kekuatan tiga ton logistik.  "Terkait masalah tanggap darurat bisa diperpanjang atau tidak, tapi kita semua harus berhitung dan pertimbangkan karena dikaitkan dengan jalan atau jembatan yang belum selesai dikerjakan," jelas Danlanud Ats.

Pihakknya tambah Danlanud, sangat safety dengan penerbangan. Mengingat jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, dalam paparannya, Bupati Bogor Hj. Ade Yasin menjelaskan, penetapan tanggap darurat bencana mulai 2 Januari hingga sekarang, telah memasuki hari ke-13. Dan batas waktu tanggap darurat akan berakhir pada Kamis (16/1).

"Apakah tanggap bencana masih perlu diperpanjang atau tidak, karena masih ada akses jalan yang belum terbuka dan masih ada korban yang belum ketemu. Saya perlu koordinasi dengan BPBD," ujar Hj. Ade Yasin.

Ia menjelaskan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih konsentrasi dengan dua wilayah yang terdampak bencana. Yakni Bojong Kulur dan Bogor Barat.

"Kita paham bahwa suara masyarakat di Bojong Kulur lebih nyaring, karena ada status dari Kepala Desa Bojong Kulur membuat status di medsos seolah-olah Pemerintah tidak hadir," tutur Bupati Bogor.

Menurutnya, penyebab banjir di Bogor disebabkan adanya galian tambang liar dan gurandil. Agar diperhatikan adanya keterlibatan anggota TNI dan Polri dalam galian liar tersebut.

Turut hadir dalam rapat evaluasi bencana Wakil Bupati Bogor  Iwan Setiawan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto, Danrem 061 / Suryakancana  Brigjen TNI Novy Helmy Prasetya,  Dandim 0621 / Kabupaten Bogor Letkol Inf Hary Eko Sutrisno, Kapolres Bogor AKBP M. Jony, unsur Muspida Kabupaten Bogor serta para pejabat terkait. (ARMAN R)

Berita Terkait