Senin, 24 Februari 2020 | 21:13:15 WIB

Menaker Ingin Perusahaan Jasa Penempatan PMI Terintegrasi Dengan LTSA

Senin, 20 Januari 2020 | 18:56 WIB
Menaker Ingin Perusahaan Jasa Penempatan PMI Terintegrasi Dengan LTSA

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah telah membangun Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk mempermudah layanan bagi calon pekerja migran. Agar pelayanan ini lebih maksimal, diharapkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) juga terintegrasi dengan LTSA. Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), di Jakarta, Senin (20/1/20).

Menaker mengatakan, tujuan dibentuknya LTSA tidak hanya memperbaiki layanan penempatan, namun juga pelindungan bagi pekerja migran dan keluarganya. LTSA ini dibentuk sebagai salah satu upaya perbaikan tata kelola penempatan pekerja migran. Karena, LTSA mengintegrasikan berbagai layanan, seperti layanan ketenagakerjaan, kesehatan, keimigrasian, dan sebagainya, dalam satu tempat.

“Kita dorong kemauan seluruh stakeholder ketenagakerjaan, termasuk pengirim pekerja migran ini harus mau terintegrasi dalam LTSA,” ujar Menaker Ida.

Menurutnya, Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, mengamanatkan terbentuknya LTSA di daerah. Saat ini, telah terbentuk 42 LTSA di berbagai daerah.

Menaker menilai, jumlah tersebut masih kurang dalam mengakomodir minat masyarakat Indonesia untuk bekerja ke luar negeri. Ia pun mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya daerah yang memiliki potensi pekerja migran tinggi, untuk membangun LTSA. Sehingga, mampu mengintgrasikan berbagai layanan migrasi bagi masyarakat.

 “Akan kita bangun juga LTSA baru bagi daerah-daerah yang memang jangkauan geografisnya membutuhkan kehadiran LTSA tersendiri,” terang Ida.

Selain LTSA lanjutnya, aspek lain yang harus dibenahi dalam penempatan pekerja migran adalah membekali calon pekerja migran dengan kompetensi. Menaker menghimbau seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, Pemda, dan P3MI untuk memastikan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki kompetensi yang mumpuni sebelum berangkat ke luar negeri.

Pembekalan kompetensi kata Ida, adalah salah satu fase awal penempatan yang membutuhkan solusi dari semua pihak. “Kita masih membutuhkan kesiapan Pemda, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dalam menyediakan dan memfasilitasi kompetensi calon pekerja migran kita melalui pelatihan vokasi,” jelas menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia pun meminta semua pihak untuk memaksimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah pusat (UPTP), BLK milik pemerintah daerah (UPTD), maupun Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dalam membekali kompetensi bagi calon PMI. “Ini bukan saja tanggung jawab Pemda tapi juga tanggung jawab kita bersama,” terangnya.

Selain itu, Menaker menghimbau kepada P3MI untuk turut memastikan calon PMI telah memiliki kompetensi yang mumupuni sebelum bekerja ke luar negeri. Berbagai masalah yang menghinggapi PMI di luar negeri, salah satunya disebabkan oleh P3MI yang tidak memastikan kompetensi PMI.

“Implementasi UU No. 18 Tahun 2017 membutuhkan peran dari Bapak/Ibu sekalian sebagai penanggungjawab P3MI, untuk memberikan pelayanan secara profesional dan sebaik-baiknya,” himbau Menaker.

Senada dengan Menaker, Ketua Umum (Ketum) Apjati Ayub Basalamah mengatakan, implementasi UU No. 18 Tahun 2017 membutukan layanan yang terpadu antara pemerintah pusat, Pemda, dan perwakilan P3MI. Selain itu, keberadaan layanan yang terpadu dapat memastikan kompetensi calon pekerja migran.

Untuk itu, Ayub meminta P3MI yang menjadi anggota Apjati, agar memanfaatkan Rakernas ini dalam merumuskan dan meningkatkan peran asosiasi dalam proses migrasi.

“Sehingga, keberadaan Apjati selaku induk organisasi mitra strategis pemerintah mampu berprestasi serta berkontribusi positif mendukung suksesnya program nasional penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri,” ujar Ayub.  (ARMAN R)

Berita Terkait