Rabu, 26 Februari 2020 | 09:09:32 WIB

Wamenhan Buka Rapim Kemhan Tahun 2020

Rabu, 22 Januari 2020 | 12:15 WIB
Wamenhan Buka Rapim Kemhan Tahun 2020

(FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono secara resmi membuka Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Rapim Kemhan) Tahun 2020 yang berlangsung hari ini 22 Januari sampai dengan Kamis 23 Januari 2020, di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (22/1/20).

Pembukaan dan kegiatan Rapim Kemhan Tahun 2020 dihadiri seluruh pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan serta pejabat perwakilan dari Mabes TNI, Mabes AD, AU dan AL.

Kegiatan Rapim Kemhan Tahun 2020 diselenggarakan dalam rangka untuk menyampaikan Kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan) dan kemudian akan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2020. Rapim kali ini mengambil tema “Pertahanan Semesta Yang Kuat, Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI”.

Rapim Kemhan Tahun 2020 ini dilaksanakan dua hari. Pada hari pertama, dilaksanakan paparan dan pembahasan terhadap capaian-capaian dari setiap Satuan Kerja (Satker) U.O. Kemhan dan kegiatan bersifat internal Kemhan.

Pada hari kedua, dilaksanakan penyampaian kebijakan pertahanan negara Tahun 2020 dan penyerahan amanat anggaran TA 2020 oleh Menhan kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan dan Sekjen Kemhan.

Pada awal sambutan, Wamenhan mengatakan, kegiatan Rapim merupakan suatu kegiatan strategis dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran 2019 serta menelaah proyeksikeberhasilan program kerja Tahun Anggaran (TA) 2020.

“Rapim Kemhan kali ini juga menjadi sangat penting dan strategis, karena merupakan Rapim pertama pada periode pemerintahan saat ini, selain itu point penting lainnya adalah bahwa Program kerja yang disusun harus sinergi dengan tujuan strategis yang tercantum dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakum Hanneg) Tahun 2020-2024,” jelas Sakti Wahyu Trenggono.

Menurutnya, tahun 2020 merupakan tahun krusial ditinjau dari aspek strategi dan kebijakan pertahanan negara. Karena pada tahun 2020 akan berlangsung penyusunan berbagai kebijakan dan produk strategis bidang pertahanan negara, mengingat tahun ini adalah awal tahun masa pemerintahan periode lima tahunan.

Selain itu kata Wamenhan, koordinasi dan sinergitas antar satuan kerja, antar U.O. dan antar Kementerian/Lembaga harus dilakukan secara intens, untuk memastikan bahwa pertahanan negara selalu dalam kondisi terbaiknya sesuai dengan lingkungan strategis dan analisa ancaman.

“Kemhan selalu berupaya untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri guna memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menunjang kemandirian Industri Pertahanan. Kebijakan ini diambil sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia (RI) terkait dengan kebijakan pembangunan teknologi dan industri pertahanan,” ujar Wamenhan.

Wamen menegaskan, pengembangan Industri Pertahanan dalam negeri berpeluang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan Nirmiliter. Apabila semua kebutuhan ini dapat dipenuhi oleh Industri Pertahanan, maka selanjutnya dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan sipil. (ARMAN R)

Berita Terkait