Rabu, 26 Februari 2020 | 08:16:56 WIB

Prajurit Desersi Bawa Senapan FNC Dan Granat Dibekuk Polisi Militer

Sabtu, 25 Januari 2020 | 07:54 WIB
Prajurit Desersi Bawa Senapan FNC Dan Granat Dibekuk Polisi Militer

(Foto: Menbanpur 2 Marinir/Lindo)

MALANG SELATAN, LINDO - Personel Batalyon Polisi Militer 2 Marinir (Yon POM 2 Mar) mengamankan seorang oknum prajurit yang diduga bergabung dengan pemberontak dalam Latihan Perorangan Dasar dan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPD/LPK) TW I Tahun 2020 di daerah latihan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur, Rabu (22/01/2020).

Menurut Komandan Yon POM 2 Mar Letkol Marinir Afin Dudun Abisantha, S.E.,M.M.,M.Tr.Hanla, latihan penjemputan Yudha Kelana ini bertujuan agar seluruh prajurit Yon POM 2 Mar mengetahui bentuk tindak pidana desersi yang dilakukan oleh anggota TNI, proses penyidikan serta untuk mengetahui kendala-kendala dan masalah yang dihadapi dalam proses penyidikan tindak pidana tersebut.

Awalnya tersebar kabar kalau ada oknum prajurit yang desersi lari dari induk pasukan dan memberontak, karena merasa tertekan selama melaksanakan operasi. Setelah mendapat informasi tersebut dan sekaligus perintah dari komando atas, maka Danton POM langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian dengan cara menggelar razia di daerah jalan lintas Purboyo-Malang untuk menutup gerak dan mencari oknum prajurit tersebut.

Hasilnya didapati seorang pemuda yang dicurigai sedang mengendarai sepeda motor dan langsung diamankan, guna memperoleh keterangan dan pengembangan penyidikan. Dari keterangan tersebut didapatkan informasi bahwa oknum prajurit yang dicari berada di sebuah tempat persembunyian di wilayah Bantur dan senjata milik satuan dibawa kabur ada bersamanya. Disaat itu pula, satu regu Yon POM 2 Mar langsung menyisir dan menyergap sasaran yang sudah dilakukan pengintaian sebelumnya.

Prajurit yang telah berkhianat itu berhasil ditangkap bersama barang bukti sepucuk senjata organik laras panjang jenis FNC beserta munisi, empat buah magazine dan sebuah granat tangan aktif.

"Simulasi tersebut untuk melatih kesiapan anggota terutama disaat melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap desertir dan tahanan perang apabila sewaktu-waktu ditugaskan ke daerah konflik maupun misi perdamaian," ujar Danyon POM 2 Marinir.

Yosafat RH/Menbanpur 2 Marinir

Berita Terkait