Rabu, 26 Februari 2020 | 08:27:16 WIB

Prajurit Yonkes 2 Marinir Latihan Kesehatan Lapangan Di Purboyo Malang

Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:10 WIB
Prajurit Yonkes 2 Marinir Latihan Kesehatan Lapangan Di Purboyo Malang

(Foto: Menbanpur 2 Marinir/Lindo)

MALANG SELATAN, LINDO - Guna meningkatkan kemampuan dasar perorangan dan kesiapan serta profesionalisme prajurit pengawak kesehatan dalam memberikan dukungan kesehatan baik saat operasi maupun latihan,  Komandan Batalyon Kesehatan (Danyonkes 2 Mar) Mayor Laut (K) dr. Abdul Haris, Sp.BS., M.Tr.Opsla memimpin prajuritnya melaksanakan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) di Pusat Latihan Tempur Marinir 4 (Puslatpurmar 4) Purboyo, Malang Selatan, Rabu (22/01/2020).

Menurut Danyonkes 2 Mar, Latihan Kesehatan (Latkes) ini merupakan pengembangan  dari Latkes yang telah dilaksanakan guna untuk menguji dan meningkatkan kemampuan personel kesehatan secara kelompok dalam upaya menanggulangi korban kecelakaan di darat, laut, serta udara sedangkan sasaran latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama antar personel kesehatan dalam memberikan dukungan kesehatan bagi penyelenggaraan operasi dan latihan.

Pada Kesempatan tersebut, Wadanki Evak B Yonkes 2 Mar selaku Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Lettu Laut (K) dr. Yogy Ima Septiana menyampaikan, bahwa latihan yang berlangsung selama lima hari baik teori maupun praktek tersebut untuk menguji kemampuan para peserta latihan dalam berpikir secara konsepsional dan bertindak secara terampil guna menangani korban kecelakaan.

Pada latihan tersebut para peserta dilatih ketepatan prosedur teknis medis dalam melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta penanggulangan korban gawat darurat.

Disamping itu, juga kemampuan melaksanakan kerjasama antara personel kesehatan dalam penanganan evakuasi serta penanganan kasus gawat darurat dan kemampuan evakuasi medis dalam penanganan kasus korban kecelakaan dengan sarana prasarana yang tersedia.

Latkes ini diikuti oleh personel Yonkes 2 Mar dengan instruktur yang terdiri dari dua dokter umum, serta beberapa tenaga kesehatan. Adapun  materi yang diajarkan diantaranya P3K, penanganan luka tembak, penanganan patah tulang terbuka dan tertutup, penanganan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP), penanganan korban tenggelam, serta pengetahuan dan prosedur evakuasi medis, yang dilanjutkan dengan praktek lapangan.

Yosafat RH/Menbanpur 2 Marinir

Berita Terkait