Jumat, 28 Februari 2020 | 22:25:45 WIB

Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Dua Terdakwa Divonis Hukuman Empat Bulan

Minggu, 26 Januari 2020 | 19:32 WIB
Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Dua Terdakwa Divonis Hukuman Empat Bulan

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut positif vonis empat bulan penjara Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai Karimun kepada dua terdakwa Direktur Utama perusahaan tambang granit, PT KDH IG dan Direktur KDH M Y, di PN Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) Senin (21/1/20) pekan lalu.

“Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi perusahaan untuk mentaati semua peraturan, termasuk pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan berupaya terus untuk melakukan penegakan hukum ketenagakerjaan,” kata Direktur Penegakan Hukum, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnake dan K3) Kemnaker, Iswandi, Minggu (26/1/2020).

Dalam pengawasan ketenagakerjaan yang di lakukan oleh pengawas Ketenagakerjaan dan PPNS Ketenagakerjaan lanjutnya, berhasil melakukan penindakan sampai P.21. Pihaknya berharap, ke depan semua pihak terkait mematuhi dan melaksanakan semua ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Norma Ketenagakerjaan dan K3, Dit. BPHK, Ditjen Binwasnaker & K3 Kemnaker Agus Subekti yang menyaksikan jalannya putusan vonis di PN Tanjung Balai Karimun juga berharap bisa memberikan efek jera dalam hal pemenuhan peraturan perundang-undangan BPJS Ketenagakerjaan. 

"Kami telah melakukan pembinaan secara optimal, tetapi banyak perusahaan belum mentaati aturan yang telah diberikan,” ungkap Agus Subekti.

Ketua Majelis Hakim PN Tanjung Balai Karimun Joko Dwi Atmoko dalam putusannya, menjatuhkan vonis kepada IG dan MY dijatuhi hukuman empat bulan penjara dipotong masa penahanan sementara. 

Vonis dijatuhkan karena kedua terdakwa tersebut menunggak/tak membayar iuran BPJS terhadap 156 pekerja. Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp5.000.

"Mengadili, dengan pidana penjara masing-masing selama empat bulan," kata Joko Dwi Atmoko saat membacakan putusan didampingi hakim anggota Yanuarni Abdul Gaffar dan Renny Hidayati.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 55 Jo Pasal 19 Ayat (2) Undang Undang R.I. No. 24 Tahun 2011 Tentang BPJS Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana, sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU dalam persidangan sebelumnya yang menuntut kedua terdakwa hukuman penjara selama enam bulan.

Sementara itu, penasihat hukum kedua terdakwa Andry Ermawan, menyatakan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan majelis hakim tersebut. (ARMAN R)

Berita Terkait