Kamis, 02 April 2020 | 04:15:58 WIB

Siapkan Kartu Prakerja, Menaker Minta Perusahaan Optimalkan Training Center

Selasa, 28 Januari 2020 | 20:11 WIB
Siapkan Kartu Prakerja, Menaker Minta Perusahaan Optimalkan Training Center

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, meminta dukungan dunia usaha dan industri untuk mengoptimalkan peranan training center (pusat pendidikan dan pelatihan ) di perusahaan untuk meningkatkan kualitas pekerja Indonesia.

Melalui kartu prakerja, pemerintah akan meningkatkan pelatihan vokasi secara masif dan massal untuk 2 juta orang yang terdiri dari calon pekerja  yang sedang mencari kerja, pekerja yang  membutuhkan reskilling dan upskilling, serta pekerja yang terdampak PHK.
  
“Massifnya program pelatihan vokasi tersebut, perlu dukungan stakeholder bangsa ini. Termasuk training center, Lembaga pelatihan kerja (LPK), dan sekolah yang dimiliki perusahaan industri menjadi bagian penting suksesnya program kartu prakerja,” terang Menaker Ida Fauziyah saat memberikan sambutan pada acara peresmian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) United Tractor (UT) School, di Jakarta, Selasa (28/1/20).
  
Menurutnya, tantangan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa, yakni sebanyak 57,5 persen berpendidikan dan kompetensinya rendah, berakibat pada daya saing yang rendah. Namun, tantangan itu pada akhirnya akan bisa dijawab dengan bergeraknya seluruh stakeholder bangsa secara bersama untuk menuju Indonesia Kompeten.
  
“Kami menyambut positif adanya LPK UT School yang menjadi laboratorium pembentukan generasi muda yang handal, berdaya saing tinggi, kreatif, dan berkarakter. Jika semua industri punya komitmen kuat seperti UT School, maka percepatan untuk mencapai Indonesia unggul 2045 dapat kita raih,” ujar Ida.
 
Ia meyakini, jika seluruh perusahaan dan industri memiliki semangat seperti yang ditunjukkan UT School untuk bergerak bersama membangun SDM Indonesia, maka cita-cita menuju Indonesia Kompeten akan bisa dicapai. Karena cita-cita ini tidak bias dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah, tapi juga membutuhkan kontribusi seluruh stakeholder dan masyarakat Indonesia.
 
Ida juga memberikan apresiasi kepada UT School yang telah meluluskan 22.317 mekanik dan operator alat berat sejak berdiri tahun 2008. Menaker pun tak keberatan jika waktu kerjanya habis untuk melihat secara langsung proses peningkatan kompetensi yang dilakukan oleh seluruh stakeholder.
 
Selain meresmikan tiga fasilitas belajar terbaru UT School berbasis digital, yaitu Electrical Laboratory, Multimedia Center dan Safety Center, Ida juga berkesempatan menyaksikan pelepasan 118 siswa UT School dari tahap in-class yang akan melakukan on-the-job-training.
 
Edhie Sarwono, selaku Dewan Pembina Yayasan Karya Bakti United Tractors menyatakan, pihaknya secara terbuka siap menjadi mitra kerja pemerintah dan seluruh stakeholder dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, agar berdaya saing, bukan hanya di Indonesia, tapi juga bisa mewarnai pemenuhan tenaga kerja kompeten di kancah dunia.
 
“Kami mohon Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk dapat men-support UT School. Bila saatnya tiba, UT School siap mengirim alumni ke luar negeri untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja global. Minimal Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja negara lain untuk menjadi sumber tenaga kerja ahli, bukan sekedar tenaga kerja kasar,” ujar Edhi.
 
Ia mengungkapkan, kerja sama fase pertama dengan Kemnaker yakni merintis ketenagakerjaan inklusif dengan beberapa BLK Kemnaker.  Fase kedua akan dilakukan kerja sama dengan BLK Komunitas yang berada di Pulau Jawa.
 
“Ke depan, kami harap agar kerja sama yang baik dengan Kemnaker terus terjalin demi melahirkan SDM Indonesia yang kompeten,” katanya. (ARMAN R)

 

Berita Terkait