Senin, 17 Februari 2020 | 16:00:03 WIB

Membentuk Calon TKS Sesuai Tuntutan Kemajuan Zaman Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Persaingan global

Kamis, 6 Februari 2020 | 20:14 WIB
Membentuk Calon TKS Sesuai Tuntutan Kemajuan Zaman Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Persaingan global

(FOTO : APWI-PWU.COM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI)  Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Agustus 2019, menegaskan bahwa tema kebijakan APBN pada Tahun Anggaran (TA) 2020 akan berpusat pada Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus pengembangan SDM terutama pada modal ekonomi berbasis digital.

Presiden RI  tidak menginginkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia menjadi sia-sia. Saat ini  Indonesia sudah memasuki tahun - tahun penting untuk menjadi Negara maju, sudah sewajarnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimplementasikan kebijakan tersebut melalui inovasi dan kemajuan teknologi.

Adanya perubahan perkembangan dan kecepatan Informasi Teknologi (IT) haruslah menjadi sebuah tantangan untuk meningkatkan kualitas SDM, utamanya pada kegiatan pendayagunaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang direkrut dan/atau berasal dari para pemuda terdidik sarjana strata satu, maka sudah menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengaktualisasi diri dalam membentuk para TKS sebagai pendamping perluasan kesempatan kerja utamanya wirausaha dalammenghadapi era disrupsiteknologi, sebagai contoh materi pembekalan TKS yang digunakan saat ini sudah tidak up to date dan masih menggunakan materi pembekalan yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan zaman, sedangkan proses rekrutmen seharusnya sudah mengikuti perkembangan teknologi untuk mempercepat dan menghemat waktu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Dalam mengimplementasikan arah kebijakan ini, Kemnaker harus mampu mewujudkan sebuah inovasi kedalam hal hal yang dianggap menghambat terciptanya kualitas SDM, antara lain melalui program TKS.

Beberapa hal yang dianggap sudah tidak lagi up to date dan butuh adanya akselerasi untuk mendukung situasi persaingan saat ini, dengan tetap mengikuti norma dan kaidah peraturan yang berlaku, antara lain :

1.      Proses Rekrutmen TKS

2.      Seleksidanpsikotestcalon TKS, dan

3.      MateriPembekalan

 

1.      Proses Rekrutmen TKS

Memanfaatkan distribusijaringan internet yang tergabung dalam Palapa Ring, tentunya memudahkan untuk mencari calon TKS yang tersebar hingga ke seluruh Kota Kecamatan yang berada di Indonesia. Jaringan ini merupakan modal dasar kita untuk mempercepat proses rekrutmen yang massif dan cepat, kita juga bisa memanfaatkan Artifficial Intelligence dalam melakukan proses verifikasi dokumen yang akan diunggah oleh para calon TKS

 

2. Seleksi dan Psikotest calon TKS

Proses ini dilakukan dengan melakukan sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang ada di daerah, seleksi calon TKS ini dapat mengundang Lembaga Psikotest yang mempunyai kualifikasi, dan bertempat di Ibukota Propinsi masing - masing, untuk mendapatkan calon TKS yang mempunyai jiwa entrepeneurship yang siap ditempatkan di masyarakat, pada proses ini dapat diketahui secara dini siapa saja calon TKS yang memenuhi persyaratan kualifikasi psikologi sebagai motivator dan pemberi solusi di masyarakat.

 

3. MateriPembekalan

Materi pembekalan harus disesuaikan dengan tuntutan perubahan yang dibutuhkan persaingan dunia usaha dewasa ini, selain materi pendidikan kewirausahaan, para peserta TKS juga diberikan materi peningkatan kapasitas sebagai pendamping masyarakat.

Berikut ini beberapa materi pembekalan yang seharusnya diberikan kepada peserta TKS, yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat, antara lain :

 

a.   Membentuk jiwa entrepenerurship, selain sebagai pendamping wirausaha pada kelompok masyarakat, TKS juga harus sudah memulai embrio usahanya sendiri, memulai focus pada bakat yang dimiliki dan menggali potensi ekonomi yang ada disekitar, dengan melihat contoh para pengusaha yang terlebih dahulu sukses akan membentuk jiwa kewirausahaan pada TKS, itu akan lebih mudah membentukjiwakewirausahaan.

b.    Agen perubahan di masyarakat, tujuan ini akan berjalan ketika tujuan perbaikan lingkungan (fisik dan sosial) telah berjalan. Karena lingkungan itu yang menampung masyarakat, ketika lingkungan itu diperbaiki, maka masyarakatnya akan ikut diperbaiki. Ketika masyarakatnya diperbaiki maka kualitas hidup mereka juga akan ikut terbaiki dan mereka akan terhindar dari masalah maupun aksi yang melanggar pelanggaransosial. Maka dari itu sebagai pendamping haruslah membuat impact yang kongkrit kepada masyarakat agar mereka dapat hidup dengan berkecukupan. Semakin banyak impact yang dibuat semakin banyak juga masyarakat yang merasakannya dan akhirnya mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

c.    Pembuatan produk berdaya saing dan berkelanjutan, pembekalan haruslah disertai dengan membuat produk yang mampu berdaya saing dan berkelanjutan, sesuai dengan potens ilokal yang ada, simulasi produk ini dapat dilakukan dengan membentuk kelompok - kelompok TKS pada saat pembekalan dilakukan, membuat produk yang mampu dijual dan memberikan keuntungan lebih di masyarakat.

d.     Pemasaran digital platform, Digital marketing adalah segala upaya untuk melakukan pemasaran suatu produk dan jasa melalui media internet. Pemasaran dalam internet marketing bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tapi juga termasuk promosi produk dan jasabaru, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan. Digital platform ini juga mampu memotong rantai distribusi panjang dari produsen ke konsumen dan sebaliknya, mampu menjelajah hingga keseluruh dunia, ini merupakan tantangan yang nyata di era disrupsi, memanfaatkan teknologi sebagai kekuatan pemasaran produk usaha

e.     Pembukuan UMKM digital platform, saat ini banyak sekali aplikasi pembukuan UMKM yang tersedia, baik berbentuk mobile aplikasi atau untuk pengguna komputer, aplikasi bisa terhubung langsung dengan server sebagai media penyimpan, pembukuan sangat dibutuhkan dalam sebuah proses usaha agar mengetahui arus kas dan keuntungan produksi, banyak kelompok usaha UMKM yang belum sadar akan pentingnya pembukuan yang baik dan benar, maka pembukuan digital ini sangat penting dalam proses usaha kelompok masyarakat

Untuk mendapatkan rekrutmen TKS yang mempunyai daya saing sangat diperlukan peran dan tanggung jawab Pemerintah pusat dan daerah, sudah semestinya ada pembagian peran antara pusat dan daerah didalam melakukan rekrutmen TKS ini, sehingga terdapat sinergitas antara Lembaga sebagai amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) No.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Pembantuan Tugas.

Berikut ini adalah proses sinergitas antar lembaga pada tugas pembantuan Tenaga Kerja Sukarela (TKS), yang mampu mengakselerasi proses seleksi, rekrutmen, pembinaan, dan evaluasi TKS, antara lain :

A. Tahapan Prapenugasan TKS

Fungsi Pusat :

1.      Membuat Pengumuman TKS.

2.      Menyediakan kanal rekrutmen secara nasional.

3.      Melakukan Proses seleksi Administrasi.

4.      Menyerahkan hasil seleksi Administrasi TKS ke daerah.

 

Fungsi Daerah :

1.      Menerima hasil seleksi.

2.      Melakukan proses interview dan psikotest calon TKS.

3.      Menentukan kelulusan peserta TKS.

 

B. TahapanPenugasan :

Fungsi Pusat :

1.      Menyelenggarakan pembekalan TKS.

2.      Melakukan pendampingan monitoring dan evaluasi.

3.      Menerima laporan purna penugasan.

 

Fungsi Daerah :

1.      Melakukan Kontrak Kerja kepada TKS.

2.      Memberikan biaya hidup peserta TKS.

3.      Menerima laporan bulanan TKS.

4.      Pelaporan dan evaluasi kinerja ke pusat.

Kedepan peran TKS di masyarakat diharapkan membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan melakukan pendampingan kelompok usaha masyarakat, sehingga sektor SDM dapat diraih dalam rangka memanfaatkan momentum bonus demografi usia produktif Indonesia, untuk menjadi Indonesia maju yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  (Bery Komarudzaman, SH)

Penulis adalah Pengantar Kerja Ahli Madya pada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI)

 

Berita Terkait