Sabtu, 06 Juni 2020 | 22:08:58 WIB

TNI AL Harus Diawaki Prajurit Yang Terlatih Dan Terdidik

Senin, 17 Februari 2020 | 16:23 WIB
TNI AL Harus Diawaki Prajurit Yang Terlatih Dan Terdidik

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah telah mencanangkan tema SDM Unggul, Indonesia Maju yang berfokus kepada peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tulang punggung pencapaian pembangunan pertahanan, dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) harus diawaki oleh Prajurit yang terlatih, terdidik, dilengkapi secara baik dan dijamin kesejahteraannya sesuai dengan jati diri Prajurit TNI sebagai tentara profesional.

Hal demikian disampaikan Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Laut (Aspam Kasal) Laksda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M., saat membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., pada Upacara Bendera 17-an, di Lapangan Apel Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (17/2).

Menurut Kasal, dinamika perubahan lingkungan strategis baik global maupun regional akan mempunyai dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesuksesan dalam mewujudkan TNI AL yang mempunyai kemampuan proyeksi regional dan berkomitmen global. 

“Hal ini menuntut adanya sinkronisasi dan koordinasi yang lebih baik lagi antar bagian dan Satker TNI Angkatan Laut, agar menjadi tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan yang terjadi," ujar Kasal.

Menurutnya, selain harus membangun kekuatan pertahanan negara yang tangguh serta mendidik SDM yang mampu berkompetisi di era teknologi ini, harus memahami dan mengantisipasi pula segala bentuk ancaman yang terkadang tidak tampak di permukaan. 

Dalam kurun waktu belakangan ini kata Kasal, ada isu keamanan yang menjadi perhatian dunia yakni wabah Virus Novel-Corrona yang telah mengakibatkan korban meninggal dalam angka yang cukup besar dan cukup luas penyebarannya di dunia. “Dalam hal tersebut sikapi dengan cermat perkembangan penyebaran penyakit ini dengan memahami cara pencegahan penyebarannya, pengatasan terhadap pasien terjangkit, serta bagaimana kita menghindari wilayah yang menjadi endemik," terangnya.

Upacara Bendera 17-an tersebut diikuti para Wakil Asisten (Waas) Kasal, Kepala Dinas di jajaran Mabesal, Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Mabesal. (ARMAN R)

Berita Terkait