Jumat, 05 Juni 2020 | 20:09:59 WIB

Pemda Halbar Siapkan Dokumen Batas Desa di Jailolo Timur

Rabu, 19 Februari 2020 | 07:45 WIB
Pemda Halbar Siapkan Dokumen Batas Desa di Jailolo Timur

Peserta rapat dari kapala desa dan tokoh masyarakat dari kecamatan Jailolo Timur dan kecamatan Jailolo Selatan, kabupaten Halbar, Selasa (18/2/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Kehadiran Tim Tapal Batas di enam desa di kecamatan Jailolo Timur, kabupaten Halmahera Barat (Halbar), pada Selasa (18/02/2019) siang, untuk membahas soal batas empat desa yang di usulkan dalam kode desa ke Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) sudah masuk dalam tahapan persiapan pemberkasan data-data dan peta titik koordinat batas wilayah desa di kecamatan Jailolo Timur.

Dalam pembahasan itu, forum diskusi sempat ditunda karena ada tiga kepala desa melakukan instrupsi soal hilangnya dua desa dalam isi permendagri nomor 60 tahun 2019 itu. Dua desa yang dimaksud hilang dalam isi penerapan permendagri nomor 60 tahun 2019 itu adalah desa Pasir Putih dan desa Dumdum.

Dalam instruksi itu, ketua Apratur Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kecamatan Jailolo Timur Abdullah Farah menegeskan perjuangan enam desa di Jailolo Timur harus bulat, tidak bisa berkotak-kotak karena dua desa yang hilang dalam isi permendagri 60 tahun 2019 itu adalah perjuangan awal.

Oleh sebab itu, Abdullah berpendapat sebaiknya para tokoh enam desa dan para kades di enam desa harus bertemu dengan Gubernur Maluku Utara untuk mempertanyakan isi surat kesepakatan soal enam desa yang saat itu diserahkan pada Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK).

Melihat forum diskusi itu semakin memanas, moderator yang di pimpin oleh Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat Demmy Sidete mengskorsing dialog itu untuk dibicarakan pada level kades dan tokoh enam desa, soal nasib desa Dum-Dum dan nasib desa Pasir Putih.

Akhirnya, diberikan ruang dialog antara kades dengan Tim Kabupaten untuk membicarakan soal tekhnis nasib dua desa yang tidak di akomodir dalam usulan kode desa itu. Kurang lebih satu jam dialog, disepakati agar rapat pemaparan tapal batas dan titik koordinat batas-batas desa yang bersentuhan dengan empat desa di kecamatan Jailolo Timur segera dilanjutkan kembali.

Acara yang sedia dibuka pada pukul 09.00 Wib dan harus dimulai pada pukul 10.30 Wib itu dihadir dari perwakilan desa dari kecamatan Jailolo Selatan dan kecamatan Jailolo. Diantaranya, kades Buku Matiti, kades Tauro, kades bangkit Rahmat, kades Dodinga, kades Tewe dan enam kades yang ada di kecamatan Jailolo Timur.

Rapat pembahasan soal batas-batas desa yang di pimpin oleh Tim Kabupaten Halbar yang diwakilkan oleh Ustomo dan Nurhati itu sangat alot dan hujan instrupsi dari peserta rapat. Bagaimana tidak, pemaparan soal batas-batas desa saja sudah direbutkan oleh kades-kades, baik itu kades enam desa yang ada Jailolo Timur, maupun desa-desa yang wilayahnya masuk dalam perbatasan Jailolo Timur.

Paparan dan penelitian batas-batas desa itu sangat menyita waktu hingga larut malam. Tepatnya pada pukul 21.00 wib, akhirnya rapat berakhir dan disepakati masing-masing desa memiliki batas koordinat dan akan dituangkan dalam berita acara, lalu akan dijadikan sebagai dokumen negara dalam sebuah batas-batas desa yang akan diserahkan kepada Kememdagri.

ALDY M

Berita Terkait