Jumat, 05 Juni 2020 | 19:54:54 WIB

Kemnaker Terus Dorong Masyarakat Kembangkan Diri Jadi Wirausaha

Rabu, 4 Maret 2020 | 20:58 WIB
Kemnaker Terus Dorong Masyarakat Kembangkan Diri Jadi Wirausaha

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong masyarakat mengembangkan diri menjadi seorang enterpreneurship atau wirausahawan. Salah satu program berbasis pada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), yakni dengan cara menciptakan Wirausaha Baru Tenaga Kerja Mandiri (WBTKM).

"Melalui WBTKM diharapkan mempu mencetak pengusaha ”pemula” dan mandiri; sehingga dapat mendorong munculnya kegiatan ekonomi baru yang dapat memberikan nilai tambah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat memberikan sambutan Rapat Kordinasi Perluasan Kesempatan Kerja (PKK), Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK) 2020, di Jakarta, Selasa Malam (3/3/20).

Menaker Ida menjelaskan, program WBTKM memfasilitasi kaum muda yang memiliki minat berwirausaha dengan menyediakan teknologi untuk mendorong kreativitas kaum muda dalam rangka mendukung industri kreatif. Selain itu, Kemnaker memberikan bantuan sarana usaha agar pengetahuan yang diterima masyarakat dapat diimplementasi menjadi suatu produk berkualitas baik dan memiliki daya saing.

"Diharapkan usaha rintisan binaan Kemnaker dapat menjadi pencipta lapangan kerja baru dan kekuatan perekonomian di daerah," harap Menaker Ida.

Menurutnya, adanya belanja online yang makin meningkat membuat persaingan menjadi lebih terbuka dan adil. Bahkan saat ini, gerai tradisional tak mau ketinggalan dengan membuka toko online. 

"Kami yakin akan semakin banyak angka wirausaha muda di Indonesia. Terbukti berbagai platform wirausaha online atau startup business hasil karya anak bangsa berkembang pesat dan berhasil menjadi unicorn perekonomian Indonesia," ujar Ida. 

Fenomena tersebut kata Menaker Ida, mendorong pesatnya pertumbuhan wirausaha di tanah air. Rilis Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengungkapkan rasio wirausaha tahun 2016 mencapai 3,1 persen, atau meningkat dari rasio sebelumnya 1,67 persen. Artinya, rasio kewirausahaan Indonesia sudah melampui batas minimal rasio kewirausahaan sebuah negara, yakni 2 persen.

Dalam kurun waktu dua tahun lanjutnya, dapat dicapai rasio kewirausahaan 3,1 persen dan diharapkan tahun depan naik menjadi 4 persen. Target itu akan tercapai dengan kerja sama semua pihak, pemerintah pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), kampus dan mahasiswa, BUMN dan pihak lainnya.

"Kami mohon para kepala daerah bersama Kemnaker untuk menekan tingkat pengangguran yang ada di daerah dengan Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Sementara itu, Plt. Dirjen Binapenta & PKK, Aris Wahyudi mengatakan, maksud dan tujuan Rakor PKK Ditjen Binapenta & PKK Tahun 2020, adalah untuk mensinergikan program perluasan kesempatan kerja di Ditjen Binapenta dan PKK dengan Pemda.

"Adapun sasaran Rakor adalah Pemda, dalam hal ini Bappeda dan dinas yang menangani ketenagakerjaan di Provinsi/Kabupaten/Kota," terang Aris.

Pembukaan Rakornas dihadiri oleh Bupati Tegal Umi Azizah dan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz  selaku pembicara, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, Kabarenbang Tri Retno Isnaningsih, Plt Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi dan Plt. Dirjen Binwasnaker & K3, Iswandi Hari, diikuti oleh 250 Satuan Kerja (Satker). Terdiri dari 34 peserta dari  Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi, Disnaker Kabupaten/Kota (116) dan Bappeda Kabupaten/Kota (100). (ARMAN R)

Berita Terkait