Rabu, 08 Juli 2020 | 07:50:12 WIB

Tak Miliki Peraturan Perusahaan, PT DGI Kena Sanksi Hukum

Senin, 16 Maret 2020 | 17:49 WIB
Tak Miliki Peraturan Perusahaan, PT DGI Kena Sanksi Hukum

(FOTO : HUMASKEMNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (12/3/20) menjatuhkan sanksi kepada tersangka, Direktur PT. DGI, H M D denda Rp 5 juta atau hukuman kurungan 1 bulan penjara. Sanksi hukum dijatuhkan menyusul adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan oleh PT. DGI.

Sanksi dijatuhkan kepada DGI yang terbukti tidak memiliki Peraturan Perusahaan (PP) itu digelar dalam sidang dengan berkas perkara No.1/Tipiring/II/2020/PPNS-Naker, perihal sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) PT. DGI.

"Kami mendahulukan penegakan hukum preventif edukatif, preventif yustisi. Apabila dua cara tersebut sudah dilakukan, namum masih diabaikan atau tidak diindahkan maka represif yustisia baru dijalankan,” kata Direktur Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Iswandi Hari, di Jakarta, Kamis (12/3/20).

Menurutnya, penegakan hukum represif yustisia dijalankan semata-mata untuk menjalankan aturan dan menimbulkan efek jera kepada para perusahaan yang melanggar Undang - Undang (UU) Ketenagakerjaan. Langkah ini dilakukan untuk membuat efek jera pengusaha dalam pelanggaran tindak pidana ketenagakerjaan. Sehingga diharapkan perusahaan bisa taat kepada peraturan ketenagakerjaan.

Iswandi berpendapat, PT. DGI telah masuk terbukti melanggar Pasal 108 ayat 1 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan .  “Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10 orang pekerja, wajib membuat PP yang berlaku setelah disahkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk,” jelas Iswandi.

Sidang Tipiring dengan saksi dari Pengawas Ketenagakerjaan Agus Farich Husni dan  3 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Sumanti, Herybertus Opat dan Arief Wahyudiana) dihadiri oleh Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Norma Ketenagakerjaan dan K3, Agus Subekti dan Kepala Seksi Penyidikan Tindak Pidana Norma K3, Ronald F Panggabean. (ARMAN R)

Berita Terkait