Kamis, 09 April 2020 | 13:02:00 WIB

164 Pasien Terisolir, Maluku Utara Negativ Covid-19

Minggu, 22 Maret 2020 | 07:51 WIB
164 Pasien Terisolir, Maluku Utara Negativ Covid-19

Suasana Konferensi pers oleh gugus tugas percepatan penanganan siaga darurat bencana non alam Corona Virus Disease (Covid-19) Malut,di media center Covid-19, Ternate, Sabtu (21/03/2020). (FOTO : TIMES Indonesia/Lindo)

TERNATE, LINDO – Tercatat hingga Minggu (22/03/2020) sudah 17 daerah di Indonesia yang diserang wabah virus Corona (Covid-19). Jumlah itu, tidak termasuk Maluku Utara yang saat ini masih negatif virus tersebut. 

Kasus Covid 19 di Maluku Utara untuk status Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 14 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, dan isolasi diri sendiri sebanyak 147 orang dengan total sebanyak 164 orang.

Sementara dalam pemantauan itu belum juga ditemukan kasus pasien yang positif Covid-19.

"Status kasus positif Covid-19 berjumlah nol. Hasil spesimen yang dikirim ke Balitbangkes Jakarta sampai saat ini belum kami dapat hasilnya dan masih menunggu," ungkap juru bicara gugus tugas percepatan penanganan siaga darurat bencana non alam Corona Virus Disease (Covid-19) Malut, dr. Rosita Alkatiri dalam konferensi pers yang digelar di media center Covid-19, Ternate, Sabtu (21/03/2020).

Dari 10 Kabupaten dan Kota di Malut sesuai hasil mapping tim Covid-19 Malut untuk Halmahera Barat (Halbar) jumlah isolasi diri sendiri di rumah sebanyak 1 orang, ODP 3 orang, dan 1 PDP, Halmahera Tengah (Halteng) isolasi diri sendiri di rumah sebanyak 12 orang, PDP 0, PDP 0, Kepulauan Sula isolasi diri sendiri 0, ODP 0, PDP 0.

Halmahera Selatan (Halsel), isolasi diri sendiri 1, ODP 0, PDP 1, Halmahera Utara (Halut) isolasi diri sendiri rumah 3, ODP 2 PDP 0, Halmahera Timur (Haltim) isolasi diiri sendiri 0, ODP 4 PDP 0, Pulau Morotai isolasi diri sendiri 0, ODP 0, PDP 0.

Kemudian, untuk Taliabu isolasi diri sendiri 0, ODP 0, PDP 0, Tidore isolasi diri sendiri 8, ODP 0, PDP 0 sementara untuk Kota Ternate, isolasi diri sendiri 111, ODP 0, PDP 0 dan pasien yang mendapat pengawasan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) 10 orang.

"Imbauan kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Maluku Utara diharapkan agar tetap tenang, ikuti arahan  atau imbauan pemerintah terkait pencegahan penularan Covid-19," ucapnya.

Ia juga meminta agar masyarakat menghindari menerima dan membagikan berita tentang Covid-19 yang tidak diketahui sumber dan kebenarannya. "Bersama kita bisa mewujudkan Maluku Utara sehat Indonesia kuat," kata Rosita.

Hadir pada press conference soal Covid-19 tersebut, selain dr. Rosita tampak juga Kepala Biro Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik Mulyadi Tutupoho, Perwakilan BPBD Maluku Utara Ali Yau.

TI/AD

Berita Terkait