Jumat, 05 Juni 2020 | 19:25:06 WIB

Antisipasi Covid-19, Organisasi Islam Koordinasi Dengan Pemkab Sula

Senin, 23 Maret 2020 | 22:17 WIB
Antisipasi Covid-19, Organisasi Islam Koordinasi Dengan Pemkab Sula

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Sinaryo Thes. (Foto: Imelda/Lindo)

SANANA, LINDO - Para pengurus organisasi islam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sula, Nahdlatul Ulama (NU) Sula, Muhammadiyah Sula, Badan Takjir Masjid Sula dan Kemenag Kabupaten Kepulauan Sula, pada Senin (23/03/2020) siang mengadakan rapat untuk berkonsultasi dengan pemerintah daerah soal penanganan virus corona (Covid 19) di kabupaten Kepulauan Sula.

Rapat yang melibatkan organisasi islam itu dipusatkan di ruang rapat Sekretaris Daerah kabupaten Kepulauan Sula.

Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Sula Abdurahman Kharie mengatakan pertemuan itu di fasilitasi oleh pemerintah daerah dalam rangka membicarakan beberapa hal terkait pencegahan penyebaran virus Corona/Covid-19, dalam pelaksanaan ibadah di mesjid-mesjid yang ada di kabupaten Kepulauan Sula.

"Ada beberapa hal yang di bahas oleh kami yaitu terkait dengan antisipasi awal oleh badan takjir mesjid mengacu pada surat edaran dari dewan mesjid Indonesia yang suda di ikuti oleh beberapa mesjid di kota-kota besar seperti di Surabaya dan Jakarta terkait dengan jarak shaf sholat di mesjid yang menjadi pro kontra di kalangan masyarakat," kata Abdrahman.

Untuk itu lewat Sekritaris Daerah kabupaten Kepulauan Sula, mereka ingin memfasilitasi pertemuan saat ini antara MUI, Muhamadiyah, NU, badan takjir mesjid dan Kemenag untuk menyamai persepsi.

Selain itu kata dia, dua hari kedepan MUI kabupaten Kepulauan Sula akan melakukan pertemuan bersama para imam mesjid yang ada di kota Sanana dalam rangka mensosialisasikan pencegahan Virus Corona/Covid-19 dengan menghadirkan para tim medis sebagai narasumber sosialisasi.

Hal senada juga di katakan oleh Sekritaris MUI kabupaten Kepulauan Sula, Haryono Subianto bahwa hal ini di lakukan hanya dalam keadaan darurat saja bukan dalam keadaan normal.

"Intinya hanya menjaga keselamatan jiwa para umat saat Sholat di mesjid, dan kami juga meminta agar masyarakat lebih ikhtiar karena ini adalah masalah serius dan darurat, ini bukan masalah main-main," pungkas Haryono.

IMEL

Berita Terkait