Jumat, 05 Juni 2020 | 15:08:53 WIB

Liputan COVID 19, Pekerja Pers di Malut Harus Dibekali APD

Minggu, 29 Maret 2020 | 21:28 WIB
Liputan COVID 19,  Pekerja Pers di Malut Harus Dibekali APD

Dua pekerja pers sedang menerima bantuan masker dalam peliputan di kota Ternate, Malut, Minggu (29/03/2020). (Foto: Antara/Lindo)

TERNATE, LINDO - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Utara (Malut) menggandeng berbagai elemen untuk membekali pekerja pers yang melakukan peliputan dalam penanganan COVID-19 melalui penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan berbagai suplemen.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, Syamsuddin A Kadir di Ternate, Minggu (29/03/2020) mengatakan donasi yang diberikan member herbalife sebagai dukungan dan kepedulian kepada Gugus Tugas dan pekerja pers, terutama dalam peliputan terkait dengan penanganan COVID-19.

"Olehnya itu, dengan adanya peningkatan daya tahan tubuh dan penyediaan APD bagi jurnalis saat melakukan peliputan dalam penanganan COVID-19 di lapangan," ujarnya.

Dirinya mengakui, akan meminta kepada posko penanganan COVID-19 tersebar di Malut untuk ikut berpartisipasi berupa dukungannya ke pekerja pers melalui penyediaan APD.

Dia menyatakan, Pemprov Malut juga akan agendakan penyediaan APD melalui posko-posko yang disediakan agar membantu para pekerja pers yang terfokus dalam peliputan wabah virus COVID-19.

Sebelumnya, Kepala Biro Protokoler, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Provinsi Malut, Mulyadi Tutupoho mengakui, selama ini APD hanya diberikan ke tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19, sedangkan pekerja pers yang bertugas dalam memberikan informasi untuk menepis berbagai informasi yang tidak benar dan beredar di tengah masyarakat hingga kini belum dibekali APD, ini menjadi focus Pemprov Malut.

Menurut dia, untuk APD bagi pekerja pers harus masuk dalam skala prioritas, karena pemerintah dan jurnalis merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sebab, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut sangat terbantu dengan peran dan fungsi jurnalis, apalagi situasi Malut dalam kondisi darurat penanganan COVID-19.

"Harusnya, informasi terkait dengan wabah virus COVID-19 di Malut bisa terpublikasi hingga ke public dan informasi terkait COVID-19 bisa sampai ke masyarakat di pelosok dan sebagai langkah untuk meredam kekhawatiran terkait menjalarnya wabah COVID-19.

ANT/AD

Berita Terkait