Jumat, 23 April 2021 | 04:12:55 WIB

HCW Malut Desak Kejari Kepsul Usut Dugaan Penyimpangan DD Desa Buya

Senin, 30 Maret 2020 | 15:26 WIB
HCW Malut Desak Kejari Kepsul Usut Dugaan Penyimpangan DD Desa Buya

Wakil Direktur HCW Razak Idrus. (Foto: Imelda/Lindo)

SANANA, LINDO - Dugaan penyimpangan dana desa (DD) tahun 2015-2018 dan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) tahun anggaran 2018 di desa Buya, kecamatan Mangoli Selatan, kabupaten Kepulauan Sula terus mendapatkan sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya dari Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Cropsion Word (HCW) Maluku Utara. Dalam keterangan via WhatsApp Wakil Direktur HCW Razak Idrus saat di hubungi, Senin (30/03/2020), mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Kepulauan Sula untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan uang negara melalui pengelolaan dana desa (DD) tahun anggaran 2015-2018 dan pengelolaan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) tahun 2018 yang ada di desa Buya.

Jack sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa
sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Cropsion Word (HCW) Maluku Utara, pihaknya merasa terpanggil untuk mengawasi dan melakukan kontrol sosial terhadap proses pembangunan di kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut), khususnya di Desa Buya yang patut dicurigai adanya dugaan penyimpangan itu.

Dengan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan anggaran ADD dan DD (TA) 2018 yang di duga dilakukan oleh bendahara Desa Buya, Karman Sapsuha.

“Harapannya agar pengelolaan uang negara dalam proses pembangunan berjalan transparan dan tidak ada penyimpangan,“ tegas Razak Idrus.

IMEL

Berita Terkait