Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:31:14 WIB

Bahaya Covid-19, Ricuh Pedagang Akibat Penutupan Jalan Ke Pasar Higienis Ternate

Minggu, 3 Mei 2020 | 14:31 WIB
Bahaya Covid-19, Ricuh Pedagang Akibat Penutupan Jalan Ke Pasar Higienis Ternate

Massa aksi sedang melakulan aksi protes pada pemerintah Ternate soal larangan penutupan akses jalan menuju ke pasar higienis Ternate, Malut Minggu (03/05/2020)

TERNATE, LINDO - Ratusan para pedagang yang ada di Pasar Higienis kota Ternate, pada Minggu (03/05/2020) pagi, melakukan aksi hingga ke jalan raya dan mengamuk. Mereka memprotes keputusan Pemerintah Kota Ternate yang menutup ruas jalan tepatnya di depan pasar higienis. Akibat penutupan jalan, mobil pengangkut komoditas ikan, dan pembeli kesulitan masuk ke area pasar.

Penutupan jalan tersebut menyusul adanya kebijakan tentang kawasan wajib masker dan social distancing guna mencegah penyebaran COVID-19.

Dari pantauan media ini, para pedagang terlihat bersikeras membuka pembatas jalan dan memaksa kendaraan untuk melewati jalan masuk pasar yang sebelumnya ditutup. Ada pula di antara pedagang yang membawa senjata tajam seperti parang ada pula dengan tangan kosong.

“Dorang (mereka) tutup jalan ini bikin orang yang belanja tara bisa masuk (ke pasar),” kata Jufri M, salah satu pedagang di Pasar Higienis.

Akibatnya, lanjut Jufri, berdampak kepada penjualan dagangannya, sepi pembeli sejak adanya kebijakan tersebut.
Menurutnya, tak hanya pedagang ikan, para penjual takjil yang berlokasi di area parkir pasar pun mengeluh dengan adanya kebijakan itu.

Biasanya, penutupan jalan mulai dilakukan pada pukul 14.00 WIT. Namun hari ini penutupan sudah dilakukan sejak pukul 09.00 WIT. Hal inilah yang menambah kemarahan pedagang.

“Kami tahu sekarang ada wabah, tapi pemerintah harus mengerti kami juga. Kalian (pemerintah) enak, diam di rumah ada gaji, tapi kami harus tunggu orang belanja dulu baru dapat uang,” ungkap dia

Sementara pedagang yang lain, Rugaya Abubakar mengaku kewajiban mengenakan masker sudah cukup tanpa harus dilakukan penutupan jalan.

Bahkan pedagang, menganggap pemerintah tidak memikirkan nasib mereka.

“Lebih baik dari awal Pak Wali Kota jangan kasih izin jualan. Seperti pedagang kue itu. Percuma kasih izin tapi kemudian tutup jalan,” sesal Rugaya.

FAISAL/ALDY

Berita Terkait