Senin, 02 Agustus 2021 | 09:13:27 WIB

Jumlah Pasien Positif di Malut Makin Bertambah, 3 Orang Dinyatakan Meninggal

Rabu, 13 Mei 2020 | 19:52 WIB
Jumlah Pasien Positif di Malut Makin Bertambah, 3 Orang Dinyatakan Meninggal

Proses pemakanan salah satu pasien covid-19 di kota Ternate, Malut, Rabu (13/5/2020). (FOTO: MALUTPOS/ISTIMEWA/LINDO)

TERNATE, LINDO – Jumlah pasien positif di Provinsi Maluku Utara terjadi lonjakan siginifikan. Hingga Rabu (13/02/2020), jumlah pasien terkonfirmasi postif covid-19 menjadi 77 orang, atau ada penambahan 23 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf menuturkan, pihaknya telah menerima pemeriksaan fisik dari laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP), Manado yang sebelumnya telah dikirim 80 specimen, dan baru yang diterima sebanyak 33 orang, 19 diantaranya positif corona.

Kemudian 11 specimen lainnya followup dilakukan pemeriksaan melalui tes cepat molekuler atau Time Polymerase di RSUD Chasan Boesoirie, 4 diantaranya positif corona. 

“Pasien positifi ini memiliki sebaran yaitu Kota Ternate 9 orang, Halmahera Utara 3 orang, Halmahera Barat 2 orang,  Morotai 3 orang, Haltim 1, Halsel 1 orang, 4 lainnya merupakan pemeriksaan cepat dengan sebaran 3 orang dari Ternate dan 1 orang Halmahera Tengah,” jelas Alwia.

Dalam kesempatan itu, dr Alwia juga menyampaikan kabar duka, bahwa ada 3 pasien yang terkonfirmasi positif corona meninggal dunia. Hasil pemeriksaan swab yang diterima gustu covid-19, ketiganya tercatat positif bersama 23 pasien positif lainnya.

"Jumlah kasus meninggal covid-19 di Malut 3 orang yakni kasus 58 inisial RMN meninggal pada 30 April di Halmahera Selatan, kasus 76 inisial AH meninggal pada Selasa 12 Mei 2020 di Ternate dan dimakamkan pada dini hari tadi," tegasnya.

”Serta kasus 61 inisial YN, meninggal pada 13 Mei 2020 di Halut dan dimakamkan tadi sore,” jelas Alwia melalui konferensi pers yang didampingi Koordinator Bidang Kemuhamasan Mulyadi Tututpoho, di Sahid Bela Hotel, Rabu (13/5/2020).

Sementara sore tadi juga dilakukan pemakanan jenazah pasien YN  di pemakaman umum Desa Sabaleh, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara. YN sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Tobelo dengan hasil rapid tes reaktif dan di diagnosa mengidap penyakit gula dan ginjal. Dari informasi yang dihimpun media ini, almarhum memiliki kontak erat dengan istrinya yang memiliki riwayat perjalan dari luar daerah dengan menumpangi kapal KM. Dorolonda. 

Alwia menjelaskan, saat ini banyak sekali terjadi penolakan pemakanan pasien corona. Menurutnya, jenazah yang terkonfirmasi positif pada pemulasaran itu perlakukannya harus khusus. Ini dikhawatirkan ada cairan yang masih menempel di tubuh jenazah namun pada saat penguburan sampai jenazah ditempatkan di dalam peti selalu proses disenfektan per tahapan termasuk disinfeksi terhadap pelaku yang melakukan pemakaman.

"Bahkan kalau keluarga ingin berziarah ke makam itu juga tidak masalah,” pungkasnya.

Sumber: MalutPost

Berita Terkait