Sabtu, 06 Juni 2020 | 07:45:42 WIB

MUI Halbar Larang Desa Payo dan Pateng Adakan Sholat Idul Fitrih di Masjid

Selasa, 19 Mei 2020 | 01:18 WIB
MUI Halbar Larang Desa Payo dan Pateng Adakan Sholat Idul Fitrih di Masjid

Ilustrasi - Para jemaah sedamg persiapan untuk melaksanakan sholat idul fitri. (FOTO: Ist/Lindo)

HALBAR, LINDO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Halbar serta organisasi Islam seperti Muhamadiah (MU), Nahdlatul Ulamah dan sejumlah toko agama, pada Senin (18/05/2020) kemarin menggelar rapat pelaksanaan shalat Idul Fitrih ditengah Pendemi Virus Corona (Covid-19) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) pemda kabupaten Halbar.

Sekretaris Umum MUI Halbar Hi Zulkifli Syah saat ditemui wartawan usai rapat mengatakan, untuk Halbar ditetapkan Sholat idul fitrih akan dilaksanakan pada masing-masing masjid, terkecuali desa payo dan payo tengah itu dihimbau agar pelaksanaan sholat idul fitrih diusahakan dirumah masing-masing.

“Ini adalah hasil kesepakatan himbauan kepada masyarakat agar pelaksanaan khusus payo dan payo tengah dilaksanakan dirumah masing-masing, dan itu dalam bentuk himbauan bukan dalam bentuk larangan, dan tidak sekedar himbauan tapi hasil kesepakatan rapat,” ungkap Zulkifli pada wartawa didepan ruang Sekda.

Zulkifli menjelaskan, mengacu pada fatwah yang dikeluarkan MUI nomor 14 tahun 2020, pada ketentuan umum poin 4 bahwah apabila suatu daerah itu kondisinya terkendali maka wajid pelaksanaan ibadah sholatnya dilaksanakan di masjid masing masing, itu sholat fardhu, sholat jum’at maupun pelaksanaan sholat idul fitrih.

“Akan tetapi apilah kondisi daerah sudah parah, tidak bisah ditolelir lagi, artinya kondisinya sudah terjangkit virus secara keseluruhan seperti yang ada di payo tengah itu, pemberlakuan fatwah MUI nomor 14 tahun 2020 pada poin 4 itu maka tetap berlaku, bahwah pelaksanaan tetap dilaksanakan dirumah,”cetusnya

Dirinya menambahkan, namun ada perwakilan dari Payo dan Pateng mereka mengharapkan kalau boleh pelaksanaan itu dilaksanakan di masjid, karena sudah menjadi suatu kebiasaan dan sudah menjadi suatu kesepakatan mereka dari mulai awal ramadhan hingga akhir ramadhan akan dilaksanakan di masjid.

“Jadi pelaksanaan tetap di masjid tetapi physical distancing tetap diberlakukan, jadi protokol kesehatan diutamakan pakai masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum masuk masjid bawah sajadah masing masing dan tidak ada takbiran keliling hanya takbiran di masing masing masjid,” ujarnya.

MN-AN/RED

Berita Terkait