Selasa, 02 Juni 2020 | 23:36:09 WIB

Pembagian BLT Desa Mangon menjelang Idul Fitri Ricuh.

Sabtu, 23 Mei 2020 | 17:43 WIB
Pembagian BLT Desa Mangon menjelang Idul Fitri Ricuh.

Foto Imel LINDO - Suasana kantor desa saat pembagian BLT Desa Mangon kecamatan Sanana.

LINDO Sula-Menjelang sehari perayaan Idul Fitri, Desa Mangon kecamatan Sanana Kabupaten kepulauan Sula melaksanakan Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui anggaran Dana Desa.
Pembagian BLT yang di lakukan di kantor desa Mangon, Sabtu (23/05/20)

Berdasarkan hasil pantauan LiputanIndonesiNews di lapangan (kantor desa Mangon- Red) pembagian tersebut mendapatkan banyak sorotan warga desa Mangon yang merasa bahwa pembagian BLT tersebut tidak sesuai prosedur.

Salah seorang warga desa Mangon yang tidak mau nama nya di publis media (SF) menyampaikan bahwa Pembagian Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Desa tidak sesuai prosedur pasal nya beberapa warga yang di pandang tidak layak mendapatkan bantuan dari pemerintah desa justru mereka menerima dana BLT dari desa sedangkan warga yang layak mendapatkan bantuan BLT tidak menerima.

" Masa mereka Secara ekonomi mapan, tapi mereka terima BLT, ada warga yang sudah dapat Bantuan Sosial dari Pemerintah pusat dan pemerintah daerah justru mereka juga menerima BLT Desa" cetus JF kesal.

Kami meminta agar pemerintah desa bisa adil terhadap warga nya bukan seperti ini, seharusnya sebelum pembagian BLT desa, Pemerinta desa harus melakukan rapat bersama dengan warga secara terbuka untuk memutuskan secara musyawarah mufakat siapa warga yang berhak menerima BLT Desa sehingga tidak ricuh seperti ini jelas JF kepada LiputanIndonesiNews.

Terpisah dengan itu kepada desa Mangon Bakri Titdoi saat di konfirmasi oleh Liputan IndonesiaNews Biro Sula menjelaskan bahwa memang benar tadi sebanyak 150 Kepala Keluarga hari ini menerima BLT dari Dana Desa dengan jumlah setiap KK sebesar Rp.600.000, dan tadi juga ada beberapa warga yang sempat merasa tidak puas dan komlein dengan pembagian BLT ini tetapi disini saya mau jelaskan bahwa setiap keluarga penerima BLT desa sebesar Rp 600.000 ini saya percayakan pengambilan datanya kepada Tim relawan pendataan di setiap RT karena menurut saya pihak RT pastilah sangat tahu siapa keluarga-keluarga yang layak mendapatkan Bantuan Sosial berupa BLT Desa dengan nominalnya sebesar Rp.600.000.

Selanjutnya di katakan  Bakri Titdoi bahwa beberapa orang yang menerima bantuan BLT itu ada yang masuk dalam KK anak mereka jadi memang benar KK tersebut secara ekonomi memang mampu tetapi sasaran dari bantuan BLT ini adalah orang tua mereka yang memang secara ekonomi tidak mampu dan layak menerima bantuan BLT jadi menurut saya, ini hanya Miss komunikasi saja dan saya selaku pemerintah desa untuk kedepannya kami akan melakukan rapat evaluasi terkait kinerja Tim relawan di setiap RT sehingga keributan-keributan seperti tadi tidak terjadi lagi cetus Kepala desa Mangon.
(Imel)

Berita Terkait