Sabtu, 08 Agustus 2020 | 21:43:12 WIB

Lanal Melonguane Lengkapi Tiga Pelabuhan Utama Di Kabupaten Kepulauan Talaud Dengan Gerbang Desinfektan Karya Prajurit Guna Mendukung Gugus Tugas Covid-19 Talaud

Senin, 1 Juni 2020 | 13:45 WIB
Lanal Melonguane Lengkapi Tiga Pelabuhan Utama Di Kabupaten Kepulauan Talaud Dengan Gerbang Desinfektan Karya Prajurit Guna Mendukung Gugus Tugas Covid-19 Talaud

MELONGUANE (31/5/2020)  Lanal Melonguane dibawah kepemimpinan Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla terus berusaha berkontribusi positif untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di saat wabah Covid-19 merebak di Indonesia termasuk di Kabupaten Kepulauan Talaud. Salah satu langkah inovatif tersebut yaitu dengan membuat gerbang desinfektan untuk kegiatan desinfektasi bagi penumpang dan barang yang turun dari kapal di tiga pelabuhan besar di Kabupaten yang merupakan wilayah perbatasan terutara Indonesia ini.

Di tengah keterbatasan yang ada di wilayah perbatasan ini, Danlanal Melonguane terus konsisten melengkapi gerbang desinfektan tersebut secara bertahap. Gerbang desinfektan buah karya prajurit Lanal Melonguane tersebut pertama dibuat untuk mendukung Gugus Tugas Covid-19 Talaud di pelabuhan Melonguane, selanjutnya untuk Pelabuhan Lirung dan yang terakhir dibuat dan sudah dioperasikan pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 adalah untuk pelabuhan Beo.

Danlanal Melonguane beserta seluruh jajarannya berharap gerbang desinfektan tersebut dapat bermanfaat untuk mencegah masuknya wabah Covid-19 melalui tiga pelabuhan utama tersebut, terutama untuk membunuh virus Corona yang mungkin masih hidup dan menempel pada sisi luar penumpang dan barang. Sehingga diharapkan penumpang dan barang masuk ke Kabupaten Kepulauan Talaud sudah tidak membawa virus tersebut, kecuali virus yang sudah masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi penumpang sejak mereka berada di daerah asal (Manado, Bitung dan sekitarnya).

Terkait cukup lamanya upaya untuk melengkapi ketiga pelabuhan tersebut dengan Gerbang desinfektan, Danlanal Melonguane menjelaskan karena keterbatasan ketersediaan berbagai peralatan/komponen yang dibutuhkan di Melonguane serta minimnya angkutan/transportasi menuju ke Kabupaten Talaud sebagai akibat wabah Covid-19. Ia menjelaskan bahwa hanya untuk mendapatkan nozzle spray untuk ketiga gerbang desinfektan tersebut, ia harus mencari dan membeli secara online dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri. Untuk gerbang pertama yang dipasang di pelabuhan Melonguane, ia memesan nozzle spray tersebut dari Yogyakarta, untuk yang di pelabuhan Lirung ia pesan dari Bandung, bahkan untuk yang di pelabuhan Beo, hanya untuk mendapatkan nozzle spray tersebut ia harus memesan secara online di luar negeri. Minimnya transportasi juga menjadikan barang-barang yang dipesan tersebut akhirnya memakan waktu yang cukup lama untuk tiba dan dipasang. Begitu pria kelahiran Baturaja ini menjelaskan. Namun demikian, ia cukup senang karena pada akhirnya ketiga peralatan tersebut saat ini sudah dapat tergelar di tiga pelabuhan besar di Kabupaten Kepulauan Talaud ini. 

Mengakhiri penjelasannya, Danlanal Meloguane berharap semoga peralatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama saat menghadapi wabah Covid-19 ataupun nanti saat masa new normal diterapkan. Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajarannya yang terus dengan semangat bekerja dan berinovasi serta bahu-membahu dalam menjalankan tugas yang dipercayakan negara kepada mereka, terutama di saat bertugas di wilayah perbatasan yang cukup banyak keterbatasan, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkreasi dan berinovasi.

Berita Terkait