Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:04:15 WIB

Sebanyak 111 Calon Jama Haji Kepsul Batal Berangkat Karena Covid-19.

Rabu, 3 Juni 2020 | 18:14 WIB
Sebanyak 111 Calon Jama Haji Kepsul Batal Berangkat Karena Covid-19.

Foto Kepala Kemenag Kabupaten Kepulauan Sula Syaiful Jafar Rabu 3 Juni 2020.

SULA LINDO - Berdasarkan keputusan menteri agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2020 M maka sejumlah Calon jamaah haji (CJH) kabupaten kepulauan Sula batal di berangkatkan, hal tersebut disampai langsung oleh Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten kepulauan Sula, Rabu (03/06/20)


Kepada LiputanIndonesinews melalui pesan WhatsApp, kepala kantor Departemen agama kabupaten kepulauan Sula Syaiful Jafar, S.Ag, M.Pd.I menyampaikan bahwa sesuai dengan Keputusan Kemenag no 494 tahun 2020 maka suda di pastikan  CJH kabupaten kepulauan Sula yang berjumla 111 orang batal di berangkatkan, mengingat situasi pandemik Covid-19 yang masih mewabah di seluruh dunia, cetus Saiful.

Pemerintah melalui kementerian agama RI suda mengeluarkan surat keputusan jadi kami di daerah tinggal menyesuaikan, ini memang keputusan yang paling berat yang di ambil oleh pemerintah pusat karena pandemik Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Saat ini dengan mewabahnya virus Corona/ Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan Arab Saudi untuk itu pemerintah pusat memandang sangat penting melihat kesehatan , keselamatan dan keamanan jemaah haji, selain itu juga dalam ajaran Islam menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima maqashid syari'ah selain menjaga agama, akal, keturunan, dan harta yang harus di jadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam menetapkan hukum atau kebijakan oleh pemerintah agar terwujud kemaslahatan umat ujar Saiful.

Selain itu juga pertimbangan dari UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular , UU nomor 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan, UU nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, peraturan Presiden no 83 Tahun 2015 tentang kementerian agama , keputusan presiden no 12 tahun 2020 tentang penetapan bencana nonalam Penyebaran Corona virus disease 2019(Covid-19) sebagai bencana nasional dan Peraturan Menteri agama no 42 tahun 2016 tentang organisasi dan tata kerja kementerian agama sehingga pemerintah pusat melalui kementerian agama memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020, baik kuota haji Pemerinta maupun visa haji mujamalah.

"Bukan hanya kabupaten kepulauan Sula yang batal memberangkatkan CJH ke tanah Suci, tetapi Kabupaten/Kota yang lain di Provinsi Maluku Utara juga sama bahkan seluruh Indonesia dengan adanya Keputusan Menteri Agama no 494 tahun 2020" ucap Kakandepag Kepsul ini.

Selanjutnya menurut Saiful, sebagai akibat dari pembatalan keberangkatan CJH ke tanah Suci pun sudah di atur dalam Keputusan Menteri Agama no 494 Tahun 2020 Jadi untuk informasi selanjutnya mengenai CJH kabupaten kepulauan Sula baik yang reguler maupun yang khusus bisa menghubungi Kami di kantor, tutup Saiful Jafar. (Imel)

Berita Terkait