Minggu, 12 Juli 2020 | 07:57:52 WIB

Setiap Jumat Menaker Ida Bantu Pekerja TerPHK Dengan Program Padat Karya

Sabtu, 13 Juni 2020 | 11:43 WIB
Setiap Jumat Menaker Ida Bantu Pekerja TerPHK Dengan Program Padat Karya

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengoptimalkan program padat karya sebagai salah satu program penanganan pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Selain menyasar pekerja, program ini juga memberi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, program padat karya adalah program reguler Kemnaker tiap tahunnya. Namun selama pandemi, program ini mengalami refocusing menjadi program padat karya penyemprotan disinfektan. Program ini pun menjadi program rutinan setiap hari Jumat.

"Setiap Jumát, saya turun ke lapangan membantu pekerja yang ter-PHK (Putus Hubungan Kerja) dan dirumahkan serta warga sekitar. Jumát kemarin di daerah Tambora yang mengalami kebakaran sebelum lebaran. Kali ini untuk daerah dari sosial masyarakat keagamaan," kata Menaker Ida dalam kegiatan program padat karya penyemprotan disinfektan, di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (12/6/20).

Setiap kegiatan padat karya penyemprotan disinfektan lanjutnya, melibatkan kurang lebih 70 orang. Dimana masing-masing orang yang bertugas melakukan penyemprotan disinfektan mendapat insentif sebesar Rp 500.000 dari Kemnaker. 

"Tiap kegiatan melibatkan 70 pekerja yang dilakukan secara bergilir sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi ini sebenarnya memberdayakan teman-teman yang di PHK dan dirumahkan, dengan diberi kesempatan untuk mendapatkan pendapatan," jelas Ida.

Berdasarkan data Kemnaker per 27 Mei 2020, sebanyak 3.066.567 pekerja telah terdampak Covid-19 di-PHK maupun dirumahkan. Dari jumlah tersebut, 1.757.464 data pekerja telah cleansing.  Artinya sudah diketahui by name-by address. Sisanya, 1.274.459 pekerja masih dilakukan cleansing.

Dari sebanyak 1.757.464 pekerja terdampak Covid-19, sebanyak 380.221 pekerja, diantaranya merupakan pekerja sektor formal ter-PHK. Sisanya, 1.058.284 pekerja sektor formal dirumahkan dan 318.959 pekerja informal (termasuk UMKM) yang terdampak.

Selain memberdayakan pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan, dalam rangkaian kegiatan penyemprotan disinfektan dari program padat karya produktif dan padat karya infrastruktur ini, juga diserahkan bantuan sembako kepada warga sekitar.

Menaker menambahkan, jelang masa kenormalan baru, Kemnaker telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/7/AS.02.02/V/2020 tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Di Perusahaan.

Ia mengimbau, dimasa kenormalan baru, semua pihak, baik perusahaan maupun pekerja/buruh, harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Komitmen menerapkan protokol kesehatan adalah kunci terwujudnya kenormalan baru yang produktif, sehat, dan aman.

"Ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dicabut kembali, perusahaan melakukan aktivitas produksi lagi, maka yang harus dijaga adalah bagaimana protokol kesehatan bisa dilakukan di perusahaan atau industri. Dan teman-teman juga harus menyiapkan diri, mulai dari rumah sampai kembali ke rumah lagi protokol kesehatan harus dijaga," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (ARMAN R) 

Berita Terkait