Senin, 30 November 2020 | 23:19:52 WIB

Warga Demo Bupati Halbar, Diskominfo Kabarkan Kondisi Kesehatan Danny

Selasa, 16 Juni 2020 | 07:13 WIB
Warga Demo Bupati Halbar, Diskominfo Kabarkan Kondisi Kesehatan Danny

Bupati Danny Missy saat tiba di Ternate, Malut, Minggu (14/06/2020). (Foto: Ist/Lindo)

HALBAR, LINDO --Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Kehumasan, Statistik dan Persandian kabupaten Halmahera Barat, Chuzaemah Djauhar akhirnya angkat bicara terkait kondisi kesehatan Bupati Danny Missy setibanya dari Jakarta, Minggu (14/06/2020) kemarin.

Menurut Chuzaemah, Bupati Danny dipastikan dalam kondisi sehat. Ini menyusul adanya beberapa surat keterangan sehat yang dikeluarkan Laboratorium Prodia Samratulangi Manado, Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno Hatta tertanggal 22 Mei, MRCCC Siloam Hospital, RSUP Kandou Manado dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado tertanggal 22 Mei.

"Dimana kondisi kesehatan Bupati Danny dinyatakan sehat dan tidak menunjukkan adanya gejala Covid-19, karena pemeriksaan rapid test dan pemeriksaan cepat Laboratorium Prodia dinyatakan negatif Covid-19," ungkap Chuzaemah, Senin (15/06/2020).

Mantan Sekretaris DPRD Halbar ini mengungkapkan, dari Jakarta Bupati lebih dulu mampir ke Manado, Sulawesi Utara. Di sana ia melakukan karantina mandiri.

"Serta mengikuti beberapa pemeriksaan Covid-19 dan hasilnya negatif Covid-19. Sehingga pada Minggu lalu Pak Bupati dari Manado langsung ke Ternate. Setelah di Ternate, Senin pagi Pak Bupati dari Ternate menuju Sidangoli kemudian kembali ke Jailolo dan beristrahat di rumah pribadi Desa Gamtala,” papar Chuzaemah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Halbar ini menambahkan, setelah Bupati Danny tiba di Jailolo, Dinas Kesehatan melakukan koordinasi ke Gustu Provinsi dan Gustu Provinsi menyampaikan Bupati Danny bisa melakukan karantina mandiri. Ia juga diperbolehkan beraktivitas seperti biasa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan diantaranya tetap menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak ketika berhadapan dengan orang lain.

”Jadi kami berharap warga tidak membuat stigma buruk di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena seseorang dinyatakan positif atau negatif Covid-19 harus melalui beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan. Pak Bupati sudah mengikuti beberapa tahapan pemeriksaan Covid-19 di Manado dan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Pak Bupati di Manado menunjukkan hasil negatif Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu dihari yang sama, Jong Halmahera melakukan aksi unjuk rasa menuntut Bupati Halmahera Barat, Danny Missy agar menjalani karantina selama 14 hari. Pasalnya, Danny diketahui baru tiba dari daerah zona merah, Jakarta, Minggu (14/6) kemarin. Aksi yang dilakukan Jong Halmahera bertempat di pertigaan Pasar Gufasa, Kecamatan Jailolo.

Salah satu Presidium Jong Halmahera, Hikayat dalam orasinya menyampaikan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk keresahan terhadap sikap Bupati Danny Missy yang datang dari Jakarta namun enggan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan mengisolasi diri selama 14 hari.

"Setelah satu bulan lebih meninggalkan Kabupaten Halmahera Barat, sesuai dengan protokol Covid-19, apapun yang terjadi tidak ada perbedaan antara pemimpin dan masyarakat, Bupati Danny Missy yang telah tiba maka segera dilakukan karantina di Rusunawa Desa Acango Kecamatan Jailolo yang ditetapkan sebagai tempat isolasi," ungkap Hikayat.

Bupati Danny sendiri diketahui bertolak ke Jakarta Minggu, 10 Mei 2020 dengan mengantongi izin Gubernur Maluku Utara tertanggal 8 Mei 2020. Itu berarti, terhitung satu bulan lebih Danny meninggalkan tempat tugasnya.


TS/JEF

Berita Terkait