Minggu, 12 Juli 2020 | 06:47:02 WIB

Dukung Pendidikan Pesantren, Menaker Sumbang APD Covid-19

Senin, 22 Juni 2020 | 12:29 WIB
Dukung Pendidikan Pesantren, Menaker Sumbang APD Covid-19

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberi bantuan Alat Pelindung Diri (APD) penanggulangan Covid-19 kepada Pondok Pesantren Al-Munawwir, Yogyakarta. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pesantren tersebut dalam menyenggarakan pendidikan yang aman dari Covid-19.

"Mau tidak mau, pendidikan dan pembelajaran tidak boleh berhenti. Yang perlu kita lakukan adalah pendidikan tetap berjalan namun aman dari Covid-19," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, pada acara penyerahan Bantuan Kemnaker Untuk Penyiapan New Normal Pesanten, di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, DIY, Sabtu (20/6/20).

Pandemi Covid-19 lanjutnya, telah berdampak pada berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan. Untuk itu, lembaga pendidikan seperti pesantren harus mendapat dukungan, agar proses pendidikan dan pembelajaran dapat berjalan dengan aman di era new normal. "Kami juga komitmen memperbantukan alat-alat ini untuk membantu pesantren di Indonesia," ujar Menaker.

Alat penanggulangan Covid-19 yang diberikan kata Ida, merupakan hasil pelatihan program refocusing di Balai Latihan Kerja (BLK). Bantuan yang diberikan, diantaranya masker sebanyak 10 ribu lembar, face shield (1000 buah), wastafel portabel (8 unit) dan hand sanitizer (1000 buah).

"Selama ini hasil karya anak-anak BLK ini kami perbantukan kepada Tim Medis, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, atau kelompok masyarakat yang membutuhkan alat tersebut," ungkap menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara online maupun mengombinasikan antara metode online dan offline.
"Pendidikan secara online itu adalah pilihan. Namun jika harus bertatap muka secara offline, maka harus dipastikan aman dari Covid-19," ujarnya. (ARMAN R)

Berita Terkait