Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:31:14 WIB

Malik Gama Dituduh Korupsi DD dan ADD Lata-Lata Tahun 2016-2019 Senilai Miliyaran Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2020 | 16:37 WIB
Malik Gama Dituduh Korupsi DD dan ADD Lata-Lata Tahun 2016-2019 Senilai Miliyaran Rupiah

Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama (kir) bersama istrinya memberikan jempol sebagai tanda bahwa rumah baru dan kotsan mereka di desa Mandawong, Labuha Bacan, Halsel telah dibangun menggunakan dana desa. (FOTO: IST/LINDO)

"Saya juga heran, kenapa aparat penegak hukum di Halsel tidak mau memeriksa orang yang telah korupsi uang rakyat. Malik Gama itu orannya "papangcuri" nyolong uang rakyat dan dia itu juga kebal hukum. Jadi susah kalau Malik dijebloskan dalam penjara"

HALSEL, LINDO - Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Adenan Gama dituduh secara bersama-sama melakukan korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) pada tahun 2016 hingga tahun 2019 senilai miliyaran rupiah.

Demikian hal itu dikatakan oleh tokoh agama desa Lata-lata Demiyanus Garera saat berbincang dengan media ini melalui sambungan telepon selulernya, di Ternate, Malut, Sabtu (27/06/2020).

 

Demiyanus mengungkapkan bahwa kasus ini sengaja ditutupi oleh sang kades Malik Gama, termasuk pemerintah setempat, karena kasus ini sudah lama dilakukan oleh Malik yaitu sejak tahun 2016. Malik kata dia, sengaja menyimpan rahasia korupsi dana desa yang ada di desa Lata-lata bersama-sama ketua dan anggota BPD, seluruh staf desa dan oknum staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten Halsel. Makanya borok Malik Gama selama ini tidak bisa tersentuh oleh hukum karena adanya permainan antara sang Kades dengan semua penyelenggara aparatur pemerintah baik yang ada di desa, kecamatan, hingga di tingkat kabupaten Halsel.

"Kades Lata-lata Malik Gama dan seluruh kroni-kroninya sudah lama melakukan korupsi anggaran dana desa dan anggaran alokasi dana desa senilai miliaran rupiah. Saya juga heran, kenapa aparat penegak hukum di Halsel tidak mau memeriksa orang yang telah korupsi uang rakyat. Malik Gama itu orannya "papangcuri" nyolong uang rakyat dan dia itu juga kebal hukum. Jadi susah kalau Malik dijebloskan dalam penjara," kata Demiyanus dengan nada kesal.


Lebih lanjut ia menegaskan, jika aparat penegak hukum dinegeri inì mau serius menangani kasus korupsi di desa Lata-lata, maka masuklah ke desa Lata-lata, karena disitulah ladang korupsi berbagai masalah yang dialami oleh warga disana.

"Aparat penegak hukum baik polisi maupun jaksa jangan sungkan untuk masuk kedesa kami untuk menyelediki kasus korupsi DD dan ADD. Kami disini sudah muak dengan ulah Kades Malik Gama yang tidak mau membangun desa kami. Lihat saja desa Lata-lata sekarang, bukan makin maju malah makin tertinggal. Semua pembangunan yang dimotori oleh kades Malik, hancur dan terbengkalai bahkan tak terurus," sesal Damiyanus.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap agar pemda Halsel mau turun tangan ikut mengatasi persoalan yang ada di desa Lata-lata. Karena selama korupsi itu bergulir pemda Halsel sudah tahu, namun dibiarkan begitu saja, selama Malik masih bisa memberikan konstribusi yang berarti pada oknum pemda Halsel maka persoalan itu dipetikemaskan.

"Kalau laporan kami soal korupsi DD dan ADD desa Lata-lata yang dilakukan oleh kades Malik pada bupati Halsel dan anggota dewan Halsel sudah kami lakukan, tapi hasilnya nihil. Kayanya pemda dan DPRD Halsel tidak mau memproses kasus yang kami laporkan itu. Ada apa semua ini," tanyanya.

Namun dalam hal itu, Damiyanus meminta pada semua pihak baik itu, polisi, kejaksaan, dan aparat penegak hukum lainnya agar bersama-sama dengan warga Lata-lata mau membongkar boroknya Malik dan kasus korupsi lainnya yang dilakukan oleh sang kades Malik Gama cs. Jika tidak, kata dia maka kehancuran desa Lata-lata akan terjadi.

"Kami sudah bingung pak, harus dengan cara apa supaya negeri kami bisa ada pembangunan yang baik dan merata. Karena setiap ada pencairan anggaran DD dan ADD buat desa kami, Malik Gama selalu telan habis-habis uang itu kedalam isi perutnya. Kami takut nanti ada kiamat kecil di desa kami dan Malik-Malik lain akan tumbuh dinegeri ini," ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama saat dihubungi media ini, tidak mau merespon tuduhan itu. Sejumlah pesan yang dilayangkan padanya juga tidak mau menanggapi. Bahkan nomor ponsel Malik Gama saat dihubungi oleh media ini nada sambungnya terhubung, namun lagi-lagi yang bersangkutan tidak mau menanggapi hal itu.

Informasi yang dihimpun dilapangan dari sejumlah narasumber bahwa saat ini sang kades Malik Gama sedang berkonsentrasi membangun sebuah bangunan kots-kotsan ukuran besar di desa Mandawong dan membeli sebuah tanah di Bacan yang berukuran hektaran meter, dan menggunakan sumber anggarannya dari DD dan ADD.

ALDY M

Berita Terkait