Rabu, 25 November 2020 | 17:21:46 WIB

Diduga Mafia Proyek HMI Sanana Desak Polda Malut Tetapkan "Ko Cuan" Sebagai Tersangka.

Sabtu, 27 Juni 2020 | 17:47 WIB
Diduga Mafia Proyek HMI Sanana Desak Polda Malut Tetapkan

Foto: Aksi masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)cabang Sanana saat menyampaikan tuntutan aksi di depan pasar Basanohi Sanana.

LINDO Sula- Himpunan Mahasiswa Sula (HMI) Cabang Sanana bersama Masyarakat Desa Pohea menggelar aksi protes atas dugaan Kasus Korupsi Mesjid Desa Pohea,Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara ,Sabtu (27/6/2020)

Moderator Orator Aludi Leko dengan suara lantang  mengemakan Suara Takbir dari corong pengeras suara sebagai pengantar membuka orasi singkat nya di hadapan masa aksi di depan pasar Basanohi Sanana dan  menyikapi kasus korupsi mesjid Pohea yang di duga melibatkan keluarga Bupati kabupaten kepulauan Sula, Hendrata Thes.

Selain menyampaikan dugaan kasus korupsi yang diduga melibatkan keluarga Bupati Hendrata Thes , masa aksi juga menyampaikan tuntutan aksi terkait evaluasi pembangunan selama kepemimpinan Hendrata Thes di kabupaten kepulauan Sula.

"Mesjid Pohea di dirikan pada tahun 2015 silam namun hingga kini tidak dapat di gunakan, anehnya kontraktor pembangunan mesjid merupakan keluarga dekat bupati yakni Irwan hongarta (ipar Bupati Hendrata-red) dan Sambi yang diduga masih kolega bupati Hendrata Thes",  Ucap salah satu Orator aksi Rianto Kaunar yang juga ketua pemuda desa Pohea.

Rianto dalam bobotan orasi nya juga menyoroti kinerja Komisi III Dewan perwakilan Daerah (DPRD) Kepulauan Sula yang di nilai gagal dalam melaksanakan fungsi kontrol pembangunan daerah dan pengelolaan keuangan daerah,  bahkan DPRD Kepulauan Sula diduga masuk angin teriak Rianto di atas Saond sistem pengeras suara.

Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Sanana,Usman Buamona, dalam mengawali orasinya dengan membaca surat Alfatiha dan menyoroti sejumlah persoalan yang muncul di masa kepemimpinan Hendrata Thes dan Julfahri Duwila,di antaranya masalah mesjid Pohea,mesjid wai nih, jembatan Aer bugis, trans modapuhi, Monopoli proyek yang di duga dilakukan oleh para kolega Bupati Hendrata Thes, temuan Tim pansus LKPj serta sejumlah masalah dugaan korupsi lain yang terjadi di kabupaten kepulauan Sula.

Masa aksi yang dipimpin langsung oleh Kordinator Lapangan (Korlap) Lutfi Teapon kemudian bergerak dari pasar basanohi Sanana menuju pertokoan dan selanjutnya bersama sama masyarakat pohea menuju kantor Mako polres Kepulauan Sula dan  Kejaksaan Negeri untuk melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut.

Korlap aksi Lutfi Teapon dalam penyampaian orasinya meminta agar Pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Kabupaten kepulauan Sula agar segera menuntaskan dugaan kasus-kasus korupsi pembangunan yang ada di kabupaten kepulauan Sula ini , serta mendesak Polda Maluku Utara untuk segera menetapkan Irawan Hongarta (Ko Cun) sebagai Tersangka dugaan kasus Korupsi jembatan air Bugis.

"Sudah banyak temuan yang di temukan oleh Pansus LKPJ 2019 DPRD Kepulauan Sula, seharunya ini menjadi barang bukti juga bagi Polres Kepulauan Sula untuk Melidik kasus-kasus dugaan korupsi di kabupaten kepulauan Sula yang diduga menyeret para kolega Bupati Hendrata Thes " , ucap Korlap aksi Lutfi Teapon tegas dalam penyampaian orasi nya.
(Imel)

Berita Terkait