Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:41:27 WIB

Rugikan Negara 24 Miliar, HMI Sanana Resmi Buat Laporan Di Polres Kepsul.

Minggu, 28 Juni 2020 | 15:07 WIB
Rugikan Negara 24 Miliar, HMI Sanana Resmi Buat Laporan Di Polres Kepsul.

Foto:Wakapolres Kepsul, Kompol.Arifin La Ode Buri saat menerima Laporan dugaan kasus korupsi oleh HMI cabang Sanana dan Aliansi Pemuda desa Pohea di dampingi Kuasa Hukum Kuswandi Buamona.

LINDO Sula-Selesai melakukan aksi unjuk rasa dibeberapa titik, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana bersama Aliansi Pemuda Desa Pohea  Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) didampingi Kuasa Hukum nya,  Kuswandi Buamona, memasukan laporan temuan proyek yang diduga bermasalah ke Polres Kepsul, Sabtu (27/06/20)

Kepada LiputanIndonesinews Kuasa Hukum HMI Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea Kuswandi Buamona SH, lewat pres rilis resmi menyampaikan bahwa laporan yang diberikan ke Polres Kepulauan Sula merupakan hasil rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kepsul secara lisan maupun dalam bentuk dokumen screenshot serta barang bukti dugaan korupsi pembangunan mesjid Desa Pohea dan Fukweu.

" Kami juga telah menyerahkan laporan dugaan proyek bermasalah yang menjadi temuan Pansus DPRD Kepsul yang diduga merugikan keuangan Negara sebesar 24.284.000.000 ke Polres Kepsul " ucap Wandi.

Laporan HMI Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea di Polres Kabupaten kepulauan Sula atas dugaan kasus Korupsi Mesjid Pohea dan hasil temuan Pansus LKPJ 2019 DPRD Kepsul yang di duga merugikan keuangan negara sebesar Rp.24.284.000.000 di terima  langsung oleh Waka Polres  KOMPOL. Arifin La Ode Buri. 

HMI Cabang Sanana bersama Aliansi Pemuda Pohea berharap agar Polres Kepsul segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait sejumlah pembangunan proyek yang diduga  bermasalah dan lebih khususnya proyek Pembangunan Mesjid Pohea dan Desa Fukweu dan juga beberapa proyek yang bermasalah di Kab. Kepulauan Sula berdasarkan hasil temuan Pansus LKPJ 2019 DPRD Kepsul.

" Harapan saya dari laporan yang kami masukkan ini,  Polres Kepulauan Sula segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan kasus korupsi Yang merugikan keuangan negara. Dan juga kami sampaikan, kalaupun dalam hasil penyelidikan ada temuan atau tidak, Polres Sula harus kembali sampaikan kepada kami," ungkap Wandi.

Selain itu, Ketua Umum HMI Cabang Sanana, Usman Buamona juga mendesak kepada Polda Maluku Utara (Malut) agar segera menetapkan Irwan Hongarta atau yang sering di sapa Ko Cuan, sebagai tersangka dugaan kasus korupsi  pembangunan jembatan air bugis.

" kami minta Polda Malut agar bisa secepatnya menetapkan Irwan Hongarta alias Ko Cuan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan air bugis yang suda di selidiki oleh Polda Malut", cetus Usman tegas.
(Imel)

Berita Terkait