Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:32:27 WIB

Kuasa Hukum HMI Sanana Nilai Mantum Arifin Drakel "Ngawur"

Senin, 29 Juni 2020 | 10:20 WIB
Kuasa Hukum HMI Sanana Nilai Mantum Arifin Drakel

Foto: Kuasa Hukum HMI cabang Sanana Kuswandi Buamona SH.

LINDO Sula- Pernyataan Mantan Ketua Umum HMI Cabang Sanana periode 2015-2016 Arifin Drakel terkait sorotan aksi masa menyuarakan dugaan kasus Korupsi Mesjid Pohea dan temuan Pansus LKPJ 2019 DPRD yang dilakukan oleh HMI cabang Sanana yang mengabaikan fakta dan data dalam melakukan ritual unjuk rasa mendapat tanggapan serius dari Kuasa Hukum HMI cabang Sanana Dan Aliansi Pemuda Desa Pohea, Kuswandi Buamona.SH, Senin (29/06/20)

Kepada LiputanIndonesinews Kuasa Hukum HMI cabang Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea Kuswandi Buamona SH, menyatakan bahwa pernyataan yang di sampaikan oleh saudara Arifin Drakel adalah sesuatu yang Ngawur dan keliru, tegas Wandi.

Apa yang dilakukan oleh HMI cabang Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea bukan cuma aksi masa atau menyampaikan berita hoax tetapi mereka juga melaporkan secara resmi yang di terima langsung oleh Wakapolres ucap Wandi.

"bagaimana tidak berbasis Data dan kajian yang matang sedangkan di laporkan secara resmi di Polres Kepulauan Sula, namanya Laporan resmi itu wajib di sertakan bukti-bukti yang akurat, jadi pernyataan Arifin itu Ngawur dan tidak mendasar", tegas Kuswandi Buamona SH. Yang juga Senior HMI ini.

Lanjut Wandi selain sebagai Kuasa Hukum HMI cabang Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea saya juga bagian dari HMI dan secara pribadi menyesalkan sikap dari Mantum Arifin Drakel yang suda menodai dan merusak nama baik institusi HMI, karena menurut saya apa yang dilakukan oleh HMI cabang Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea ini bagian dari _agen of change_ dan _Social Control_ terhadap pemerintah daerah, sebagai Kader HMI seharusnya Mantum Arifin Drakel memberikan apresiasi dan dukungan bukan malah mengucilkan adik-adik yang sementara berproses di organisasi yang sama-sama menaungi kita.

" Mantum Arifin ini juga kan Jurnalis, seharusnya dia juga bertanya kepada teman-teman jurnalis yang lain saat kami menyerahkan laporan secara resmi di Polres , jangan cuma liat yang aksi saja tetapi harus liat juga apa yang kami lakukan saat kami berada di Polres, kalau tidak ada data yang akurat sebagai barang bukti tidak mungkin dilaporkan secara resmi oleh HMI Cabang Sanana, jadi saya tegaskan Mantum Arifin jangan ngawur berkomentar" , ujar Wandi tegas.
(Imel)

Berita Terkait