Minggu, 12 Juli 2020 | 07:39:41 WIB

Berlaku Sepihak, Mantan Kades Capalulu Di Polisikan.

Senin, 29 Juni 2020 | 21:26 WIB
Berlaku Sepihak, Mantan Kades Capalulu Di Polisikan.

Foto: Staf desa Capalulu Bersama Kuasa Hukum Kuswandi Buamona SH , foto bersama usai buat Laporan di SKPT Polres Kepulauan Sula.

LINDO Sula-Delapan aparat Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terhadap sikap "cuek"  mantan Kades Capalulu, Ali Umasangaji.
Akhirnya, mereka didampingi Kuasa Hukum, Wandi Buamona, SH., mengambil langkah hukum ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepsul, Senin (29/6/2020)

Kepada LiputanIndonesinews Kuasa Hukum dari 8 aparat desa Capalulu Kuswandi Buamona, SH. Melalui pres rilis resmi menyampaikan bahwa sebagaimana tertuang dalam laporan pengaduan Nomor: B/133/VI/2020 tertanggal 29 Juni 2020 yang ditandatangani oleh Kanit SPKT Sif "B", Bripka Samiudin, terkait belum di bayarkan tunjangan/gaji ke delapan aparat desa oleh Mantan Kepala Desa Capalulu
Ali Umasangaji, Ucap Wandi. 


Kepada LiputanIndonesinews  salah satu aparat desa Capalulu Abd. Lasani Tafalas, lewat kuasa hukum nya Kuswandi Buamona SH, mengatakan bahwa masalah ini bermula dari pemecatan 8 apatur desa secara sepihak oleh Ali Umasangadji kala masih menjabat sebagai Kades.

"Jadi, pemecatan ini tanpa alasan yang jelas dan alasan yang tidak sesuai didalam SK pemberhentian tertanggal 29 Desember 2019. Karena SK ini baru diberikan kepada mereka 8 orang pada tanggal 19 April 2020," tuturnya Wandi.

Selanjutnya kata Wandi, semestinya SK Pemecatan Nomor: 141/10/DC-KMI/XII/2019 itu diberikan pada tanggal yang sama yakni 29 Desember 2019. Maka pemberhentian ini kami anggap tidak memiliki dasar hukum yang jelas, dan kami menilai ini cacat hukum.

Atas permasalahan ini, mereka telah melakukan upaya koordinasi ke pihak kecamatan maupun Pemda Kepsul dalam hal ini Kaur Pemerintahan dan Kasubag Pemerintahan.
Hasilnya, camat telah mengeluarkan surat peninjauan kembali dengan Nomor: 138/46/KMT-KS/V/2020, tanggal 14 Mei 2020, tapi sampai diakhir masa jabatannya (Ali. Umasangaji-red) pada 26 Mei 2020 tidak mengindahkan surat dari camat ini.

"Kalau Kasubag Pemerintahan bilang, kami masih sah,  Begitu juga dengan Kaur Pemerintahan bilang SK (pemberhentian) itu tidak sah karena alasannya tidak ada koordinasi dengan pihak kecamatan," kata Lasani, seperti di kutip oleh kuasa hukum Kuswandi Buamona SH.

 Menurut Wandi , ke 8 aparat desa Capalulu ini, mereka sudah menyurat ke Bupati Hendrata Thes namun hingga kini belum ada jawaban.
Oleh karena itu, Lasani  bersama dengan 7 aparat desa lain berinisiatif menempuh jalur hukum untuk menuntut hak tunjangan/gaji yang terhitung sejak Januari-April 2020.
Karena dimasa empat bulan itu mereka masih melaksanakan tugas masing-masing, ucap Wandi.

 Adapun Untuk diketahui Abd.Lasani Tafalas menjabat sebagai Sekdes masih menerima tamu dari Dinas Sosial Kepsul, dan menjalankan kerja-kerja administrasi desa. Tapi sampai sekarang gaji nya belum juga dibayar.

" Ke-8 aparat desa itu masing-masing, Abd. Lasani Tafalas (Sekdes), Ridwan Engelen (Kaur Pemerintahan), Sainudin Umasangaji (Kepala Dusun I), Mohtar Drakel (Kepala Dusun II), Siamat Ipa (Ketua RT09), Hamid Capalulu (Kepala Lingkungan Masyarakat), Sirahing Ipa (Khotib) dan Kisman Umasangaji (Ketua RT08), tutur Kuswandi Buamona SH.

Selain itu juga Kuswandi Buamona, SH., selaku Kuasa Hukum dari 8 aparat Desa Capalulu ini menegaskan bahwa apabila jangka waktu yang ditentukan sampai pada Kamis (2/7/2020) tidak ada ujung penyelesaian permasalahan tersebut maka pihaknya siap melanjutkan upaya hukum.

"Pihak Kepolisian telah menerbitkan surat panggilan terhadap mantan Kades Capalulu Ali Umasangaji untuk upaya mediasi. Namun jika itu tidak ada ujung dari permasalahan ini atau dia tidak bersedia bayar maka kami akan tidak lanjut upaya hukum," tegas Wandi

Saya juga meminta kepada pihak Polres Kepsul agar turut adil dalam hal untuk membantu mediasi kedua belah pihak ini.
Kalau upaya mediasi ini gagal, saya selaku kuasa hukum beberapa orang perangkat desa ini akan melanjutkan upaya hukum, kita serahkan ke pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti, tutup Wandi.
(Imel)

Berita Terkait