Sabtu, 19 September 2020 | 13:50:10 WIB

PMII Sanana Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Bermasalah Yang Diduga Menjerat Kolega Hendrata Thes.

Selasa, 30 Juni 2020 | 17:35 WIB
PMII Sanana Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Bermasalah Yang Diduga Menjerat Kolega Hendrata Thes.

Foto(Imel/LINDO):Ketua PMII cabang Sanana Sahril Suamole saat menyampaikan orasi singkat nya di depan kantor DPRD Kepsul.

LINDO Sula- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sanana , kabupaten kepulauan Sula menggelar aksi  masa di sejumlah titik, Selasa (30/06/20).

Kepada sejumlah awak media Ketua cabang PMII Sanana Sahril Suamole menyampaikan bahwa apa yang dilakukan PMII Sanana saat ini dalam rangka mendorong tata kelola terbentuk nya Good Govermance dan Open Government dengan fokus pada pelaksanaan program pembangunan yang merata disegala bidang.

" Seharusnya sebuah pemerintahan yang baik mampu mengelola dana publik berupa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)secara trasparan untuk kepentingan kejahteraan rakyat" Ucap Ketua cabang PMII Sanana.

Dengan adanya Fakta lapangan dan data hasil temuan Pansus DPRD Kepsul sebagai pembanding maka PMII Kepsul selain mengkritisi kinerja pemerintah daerah, PMII di dampingi kuasa hukum Kuswandi Buamona,  juga melayangkan pengaduan dugaan Korupsi dalam proyek-proyek pembangunan di kepulauan Sula yang di duga di lakukan oleh beberapa oknum pejabat di lingkup Pemkab Kepulauan Sula, ungkap Sahril Suamole.

Mengacu dari hasil temuan Pansus LKPJ DPRD Kepulauan Sula, terdapat sejumlah kegiatan proyek fisik milik pemerintah daerah Kepulauan Sula yang sumber anggaran nya berasal dari APBD tahun 2019 Hampir semua diduga bermasalah.

"Bukan cuma proyek fisik yang bermasalah saja, tetapi dugaan monopoli proyek yang diduga dilakukan oleh keluarga atau kolega Bupati Kepulauan Sula  Hendrata Thes " kata Sahril. 

Kepada sejumlah awak media, Sahril Suamole menyampaikan bahwa, berdasarkan data yang terhimpun oleh kami PMII Cabang Sanana yang di dampingi oleh Kuasa Hukum kami Kuswandi Buamona. SH, dan suda kami serahkan langsung di Polres Kabupaten kepulauan Sula sebagai barang bukti dalam melengkapi laporan resmi kami yaitu dugaan proyek bermasalah seperti Pembangunan jalan Pancoran- Kum, kecamatan Mangoli Utara Timur senilai Rp.895.897.224.800 , Peningkatan Jalan dalam kota Sanana (HRS-Base) senilai Rp.2.071.298.499.520, 
pemeliharaan jalan dalam Kota Sanana senilai Rp 1.491.668.424, pembangunan saluran primer Kaporo (lanjutan) senilai Rp 2.777.235.973,  pembangunan kawasan Taman Benteng Sanana senilai Rp 490.599.345, pembangunan jembatan Desa Auponhia senilai Rp 835.140.774, pembangunan fasilitas pendukung kawasan Swering Mangon senilai Rp 1.453.073.068, dan pembuatan saluran primer kawasan Pasar Basanohi senilai Rp 1.466.606.514,
Pembangunan saluran Desa Wainib senilai Rp 1.187.096.414, peningkatan jalan Fogi-Bandara (Sirtu ke HRS Base) senilai Rp 3.270,669.018, belanja pemeliharaan trotoar senilai Rp 1.430.318.657, peningkatan jalan (sirtu) Desa Wailia-Waigay senilai Rp 1.091.508.984, pembangunan tempat reklame pusat Kota Sanana senilai Rp 397.553.813, dan pembangunan air bersih dan jaringan perpipaan Desa Kawata senilai Rp 658,855.800.
pembangunan air bersih dan jaringan perpipaan lingkungan Kantor Bupati Kepsul senilai Rp 2.449.662.843, pengembangan jaringan perpipaan SPAM Desa Bajo senilai Rp 716.393.221, pengembangan jaringan perpipaan SPAM Desa Kabau Pantai senilai Rp 477.840.332, pembangunan Rumah Ganti Rugi Desa Wai Ipa senilai Rp 1.986.934,490, peningkatan jalan Desa Aupohia-Buya (Sirtu) senilai Rp 1.093,378.964, peningkatan jalan Desa Waibau menuju RSUD Sanana senilai Rp 2.190.454.789, pembangunan rumah genset senilai Rp 311.974.122, pembangunan rumah wisata Desa Bajo senilai Rp 493.226.911, pembangunan Masjid Desa Pohea (Lanjutan) senilai Rp 294.093.402, serta pembangunan Masjid Desa Fukweu (Tahap III) senilai Rp 276.931.153.

"Dari data-data proyek bermasalah tersebut PMII Cabang Sanana melihat adanya dugaan kuat indikasi mafia proyek dan indikasi dugaan korupsi yang dilakukan oleh keluarga dan kolega Bupati Hendrata Thes" tuding Sahril.

Berdasarkan dugaan penyelewengan anggaran proyek yang bersumber dari APBD tahun 2019 tersebut PMII Cabang Sanana,  mendesak Polres Kepulauan Sula sebagai lembaga penegak hukum dalam penanganan korupsi untuk segera memproses Kasus dugaan korupsi tersebut Tegas Sahril Suamole.
(Imel)

Berita Terkait