Senin, 10 Agustus 2020 | 04:06:15 WIB

Hadapi Pengaduan, 25 Pengacara LBH Siap Bela Hak Warga Lata-lata

Sabtu, 4 Juli 2020 | 12:34 WIB
Hadapi Pengaduan, 25 Pengacara LBH Siap Bela Hak Warga Lata-lata

Sejumlah warga Lata-lata sedang berkonsultasi dengan petugas Kejaksaan Tinggi soal pengaduan warga di Kejati Malut, Jumat (03/07/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - 25 pengacara senior dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Ternate menawarkan diri siap membela hak-hak warga Lata-lata yang telah berurusan hukum soal pengaduan kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) dan ancaman nyawa warga yang diancam kepala desa Abdul Malik Gama.

Pembelaan itu, akan dituangkan dalam surat perjanjian dan surat pemberian kuasa yang ditandatangani oleh 25 pengacara dan 3 orang perwakilan warga Lata-lata yang berada di Ternate. 25 advokad senior itu menyatakan diri siap membela habis-habisan tanpa ada pungutan biaya apapun dari warga Lata-lata yang haknya ditindas. Para advokad muda itu berjanji siap melibatkan diri secara habis-habisan untuk membela warga hingga ke meja hijau (pengadilan).

Informasi yang diperoleh dari warga Lata-lata disana, bahwa pengamcaman kepala desa Abdul Malik Gama karena yang bersangkutan telah mendapat laporan bahwa ada sebagian warganya telah melaporkan dirinya soal korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) senilai miliaran rupiah ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, pada Jumat (03/07/2020) kemarin.

25 pengacara itu antara lain, 20 orang pengacara dari Kota Ternate, dan 5 pengacara senior dari kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Menurut Fahrudin Maloko SH dari
Lembaga Bantuan Hukum Kota Ternate, mereka siap membela hak-hak warga yang nasibnya terancam. Selain itu, Fahrudin mengungkapkan soal kasus korupsi yang dihadapi warga di Kejati Malut, pihaknya akan mempelajari berkas-berkas yang telah didorong ke Kejati Malut, termasuk akan memfokus persiapan sejak dibuat kuasa dibuat oleh warga Lata-lata pada Sabtu (04/07/2020).

Menurut rencana, pada Sabtu (4/7/2020) siang ini 25 advokad akan membuat pernyataan dan menandatangani surat kuasa oleh 3 orang perwakilan warga yang sedang mengadukan kasus korupsi di Kejati Malut dan ancaman kades Malik Gama pada warga disana.

ALDY M

Berita Terkait