Senin, 10 Agustus 2020 | 03:27:53 WIB

Kasus Terbongkar DD/ADD, HCW Dukung Laporan Warga Lata-Lata ke Kejati Malut

Sabtu, 4 Juli 2020 | 21:28 WIB
Kasus Terbongkar DD/ADD, HCW Dukung Laporan Warga Lata-Lata ke Kejati Malut

Wakil Direktur Bidang Pencegahan Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Rajak Idrus. (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi posotif kepada warga desa Lata-lata, kecematan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, yang telah melaporkan kepala desanya sendiri yaitu Abdul Malik Gama, dengan dugaan atau tuduhan telah menggelapkan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) sebesar tiga miliar lebih.

"Secara kelembagaan HCW sangat memberikan apresiasi pada warga yang telah memberanikan diri melaporkan hal itu ke Kejati Malut," kata
Wakil Direktur Bidang Pencegahan Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Rajak Idrus, dalam rilisnya yang diterima media ini di Ternate, Maluku Utara, Sabtu (04/07/2020).

Dalam kesempatan itu, HCW berharap agar kasus yang sudah dilaporkan ke Kejati Malut agar segera diproses.

"Saya berharap agar kasus yang baru saja di laporkan pada Jumat kemarin segera di proses oleh Kejati Malut. Karena bagi HCW kasus itu yang paling menarik dan yang paling terbesar di kabupaten Halmahera Selatan," tegas Jeck sapaan akrabnya.

Menurut dia, HCW sudah sejak lama telah menelusuri terkait dengan pengelola anggaran dana desa di Maluku Utara. Dari 10 kabupaten/kota, HCW sudah mengantongi banyak kasus khususnya kasus dana desa yang ada di Maluku Utara.

"Tapi jujur ketika saya mempelajari dokumen atau laporan pengaduan masyarakat soal korupsi kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama yang mereka laporkan itu. Saya sangat kaget karna anggarannya terlalu besar bagi HCW dan kepala desa Lata- lata mampu memecah Rekor Muri atas dugaan kasus korupsi itu," ujarnya.

Lebih lanjut Jeck menegaskan dana senilai berkisar 3 miliar lebih itu baginya sangat besar sekali, sehingga ia mendesak Kejati Malut agar cepat membentuk tim kejaksaan agar segera menangani masalah ini dengan serius.

"Saya berharap kejaksaan harus telusuri kasus ini secara mendalam hingga ke akar-akarnya. Karna kasus ini sangat besar dan yang paling terpenting atas nama HCW saya minta kepada kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Malaku Utara agar segera membentuk tim khusus untuk penanganan kasus DD dan ADD di dasa Lata-lata. Dan bila perlu turunkan tim kejaksaan hingga ke lokasi untuk mengkroscek secara fisik atas dugaan tersebut. HCW tetap kawal kasus ini hangga ada efek jeranya," tandasnya.

Lembaga HCW, kata Jeck, kejaksaan harus fokus dan segara menggali secara detail soal kasus ini, karena pelaporan pelaksanaan anggaran itu disudah mulai dari tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019, dengan total anggaran kurang lebih tiga miliar.

"Kasus ini sangat besar sekali, dan kepala desa Abdul Malik Gama sudah lama menjabat sebagai kades Lata-lata, makanya Kejati Malut harus teliti dan benar-benar telesuri dari awal dana itu," paparnya.

Sebagai informasi tambahan bahwa Abdul Malik Gama menjabat sebagai kepala desa tahun 2007 yang diangkat oleh bupati Halsel saat itu Muhamad Kasuba sebagai pejabat. Namun kemudian, Malik Gama kembali ikut mencalonkan diri sebagai kepala desa periode 2017-2022, dan akhirnya dia terpilih dan hingga kini Abdul Malik Gama masih menjabat sebagai kades Lata-lata.

ALDY M

Berita Terkait