Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:30:56 WIB

Kordinator SOFIA: PT.SAMALITA Bertanggung Jawab Atas Banjir Waitina, Gubernur Segera Cabut Izin.

Rabu, 8 Juli 2020 | 12:25 WIB
Kordinator SOFIA: PT.SAMALITA Bertanggung Jawab Atas Banjir Waitina, Gubernur Segera Cabut Izin.

Foto: Kordinator SOFIA Nur Anisa Fataruba.

LINDO Sula-Banjir bandang yang terjadi di desa Waitina, kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula mendapat sorotan tajam dari  Kordinator Solidaritas Fina Sua (SOFIA), Nur Anisa Fataruba, Rabu(08/07/20)

Kepada sejumlah awak media Nisa sapaan akrab kordinator SOFIA meminta Gubernur Provinsi Maluku Utara dan Dirut PT. Samalita harus bertanggung jawab terhadap Banjir di Pulau Mangoli Kepulauan Sula 

"Beberapa hari kemarin Kepulauan Sula diguyur hujan deras hingga mengakibatkan banjir yang merendam beberapa Desa di pulau mangoli, ini merupakan peringatan bagi semuah pihak baik pemerintah bahkan masyarakat.
Allah SWT telah firmankan bahwa kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena ulah perbuatan tangan manusia" tegas Nisa.

Nisa yang juga bendara umum KOHATI HMI Cabang Ternate ini, bilang  pada Tahun 2018 telah terjadi sorotan dari seluruh Elemen gerakan baik LSM, ORMAS, OKP bahkan masyarakat Desa yang menentang Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Malut atas Pemberian Ijin kepada PT.SAMALITA untuk perkebunan.

"Izin nya memang untuk perkebunan tetapi fakta dilapangan mereka melakukan pengambilan kayu, menebang kayu hingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang berakibat fatal seperti yang terjadi saat ini di desa Waitina, kecamatan Mangoli Timur", ungkap Nisa.

Masalah ini telah disikapi oleh DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yakni pada Tahun 2018 DPRD Kepulauan Sula melakukan rapat bersama pihak PT.SAMALAITA dan pihak PT.SAMALITA mengakui pengambil kayu atas dasar  MOU dengan Dinas Pertanian Kab.Kepulauan Sula, setelah DPRD corscek di Dinas pertanian Kepala Dinas (Kadis) Pertanian pemkab Kepsul  tidak membenarkan bahwa adanya MOU antara PT.SAMALITA dan Dinas Pertania, atas permasaalahan di atas, tutur kordinator SOFIA.

"Kami SOFIA mendesak Kepada Pihak POLRES Kepulauan Sula untuk melakukan pemanggilan terhadap Dirut PT.SAMALITA untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan meminta gubernur Maluku Utara untuk segera mencabut izin operasi PT.SAMALITA karena menurut pandangan kami apa yang dilakukan oleh PT.SAMALITA sangat merusak lingkungan sehingga mengakibatkan banjir",ucap Nisa tegas.

Terpisah dengan itu Salah satu putra wailoba,Karman Samuda meminta  Gubernur Provinsi Malut, KH Abdul Gani Kasuba untuk mencabut seluruh izin PT.Samalita yang beroperasi di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula serta kedepan tidak boleh lagi menerbitkan izin serupa di PT manapun untuk yang dapat merusak lingkungan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah tinggi Ilmu keguruan dan Pendidikan (STKIP) Kieraha ini melanjutkan ,jangan hanya karena uang dan keserakahan  para elit masyarakat yang kena dampak nya, 
contoh seperti sekarang ini,  Banjir beberapa kecamatan di dataran pulau Mangoli yakni Desa Waitina, Desa mangoli, Wai'U dan lain-lain Gubernur tertidur nyeyak di istanahnya yang megah sementara masyarakat bertahan hidup di tempat pengungsian dengan kondisi seadanya, tutur Karman.
(Imel)

Berita Terkait